logo rilis

Cerita Ali, Zaman SBY Guru Sejahtera dan Gaji Naik 
Kontributor
Budi Prasetyo
05 April 2018, 10:57 WIB
Cerita Ali, Zaman SBY Guru Sejahtera dan Gaji Naik 
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhyono. FOTO: RILIS.ID/Budi Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Bojonegoro, Ali Fatikin, masih mengingat semasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI yang begitu peduli dengan PGRI. Bahkan setiap tahun, SBY selalu menghadiri upacara hari ulang tahun PGRI. 

"Bapak kalau tidak salah menghadiri upacara hari ulang tahun PGRI sampai sembilan kali, saya masih ingat," katanya saat menghadiri silaturahmi dan makan malam SBY dengan tokoh masyarakat Bojonegoro di restoran MCM, Rabu (4/4/2018) malam.

Di depan SBY, Ali menyampaikan rasa kangen akan kepemimpinan Presiden RI ke-6 itu. Sebab, kesejahteraan guru dirasa meningkat,karena SBY membuat kebijakan yang menguntungkan pengajar. 

"Kami menyampaikan rasa kangen kepada kepemimpinan bapak yang begitu peduli terhadap nasib guru," tambahnya.
 
Ali menuturkan, kebijakan SBY yang mengesahkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen juga ikut mengubah nasibnya. Pasalnya, gaji para pengajar mengalami kenaikan.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pak SBY karena dengan adanya UU guru dan dosen maka konsekuensinya membayar tunjangan guru satu kali gaji pokok. Sekarang gaji saya dari lima juta menjadi Rp10 juta ini luar biasa," tambahnya. 

Di depan SBY, dia berharap agar ketika masuk dalam pemerintahan kelak, Partai Demokrat bisa memperjuangkan nasib guru honorer yang belum diangkat jadi PNS.

"Ada sekian ratus guru honorer yang belum menjadi PNS, mohon Pak SBY dan Partai Demokrat ikut mengawal," tambahnya. 

Dari pantauan rilis.id, acara dialog dan makan malam itu dihadiri perwakilan tokoh masyarakat dari Bojonegoro. Elemen massa yang hadir di antaranya adalah PGRI, komunitas PSHT, pensiunan, komunitas masyarakat Tiung Biru dan Muslimat Bojonegoro. Beberapa perwakilan massa pun terlihat menyampaikan uneg-unegnya kepada Ketua Umum Partai Demokrat itu. 

Sementara itu, di depan warga yang hadir, SBY menuturkan selama menjadi presiden dirinya memang berkonsentrasi menaikkan gaji PNS golongan rendah, terutama guru. 

"Sejak saya memimpin Indonesia pada Oktober 2004 memang kesejahteraan  guru menjadi prioritas mulai dari gaji guru, kesejahteraan guru dan bagaimana infrastruktur pendidikan," katanya. 

SBY masih ingat, ketika menjabat gaji PNS golongan 1 yang awalnya  hanya Rp 600 ribu bisa naik sampai lima kali. 

"Gaji golongan 1 A waktu masuk Rp600 ribu. Saya memohon agar PNS, guru, bidan, TNI dan Polri meningkat Alhamdulillah lima tahun meningkat 5 kali," katanya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)