logo rilis

Cegah Penumpukan SDM Berkualitas, Mendikbud Akan Redistribusi Guru
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 Juli 2018, 10:13 WIB
Cegah Penumpukan SDM Berkualitas, Mendikbud Akan Redistribusi Guru
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengatakan kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) nantinya juga akan berdampak pada pemerataan kualitas guru di sekolah.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan redistribusi guru di berbagai daerah untuk mencegah penumpukan SDM yang berkualitas di sekolah tertentu. 

"Ini untuk mencegah penumpukan SDM berkualitas di satu sekolah. Kelak guru pun akan dirotasi dari tempat ke tempat lain, sesuai kebutuhan," ujarnya di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Muhadjir menilai, pemerataan kualitas guru tidak bisa diterapkan dengan sistem yang berlaku sebelumnya. Karena, menurut dia, kebijakan pendidikan lama yang diberlakukan adalah sistem akademik murni. 

"Dengan sistem yang ada, yaitu sistem akademik murni, tidak mungkin lakukan pemerataan," ujarnya. 

Dia menjelaskan, zonasi juga menjadi upaya untuk mendorong pemerintah daerah berperan proporsional dalam pemerataan kualitas pendidikan. Diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 telah diamanatkan bahwa pendidikan adalah urusan pemerintah yang wewenangnya berbagi antara pusat dan daerah.

"Harus diingat bahwa pendidikan berada di tingkat paling atas di antara enam urusan pemerintahan yang konkuren dan wajib. Jadi dengan sistem ini diharapkan bisa mengetuk pemda bahwa pendidikan juga urusan mereka. Terlebih ada peningkatan anggaran pendidikan hingga 64 persen di daerah," jelasnya. 

Sementara terkait dengan bantuan sekolah, Muhadjir menuturkan, melalui zonasi akan mudah diketahui sekolah-sekolah yang perlu mendapatkan bantuan. Sehingga, bantuan yang diberikan pemerintah untuk sekolah tidak akan salah sasaran. 

"Jadi lebih fokus bantuannya. Sesuai dengan kondisi sekolah.  Tidak seperti sekarang semua dibagi rata," ungkap dia. 

"Zonasi itu terkait dengan banyak hal, termasuk reformasi sekolah, beban kerja guru, dan pendidikan karakter. Jadi kita juga sudah atur tentang reposisi kepala sekolah. Kepsek akan berperan sebagai manajer dan jenjang karir guru adalah kepsek. Termasuk untuk sarana dan prasarana," pungkasnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)