logo rilis
CBA Nilai Koopssusgab Sedot Anggaran Negara
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Mei 2018, 11:49 WIB
CBA Nilai Koopssusgab Sedot Anggaran Negara
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, meminta Presiden mengabaikan usulan pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk menanggulangi teror. Ia menilai, pembentukan itu hanya akan memakan biaya negara lebih banyak.

"Menurut kami hal ini tidak diperlukan karena Polisi dan BNPT masih sanggup menangani aksi teror selama ini," katanya, di Jakarta, Kamis (16/5/2018).

Ia mengatakan, dibanding membentuk operasi baru, maka lebih baik Presiden memaksimalkan tiga lembaga penegak hukum yang menanggulangi teroris seperti Kepolisian, BNPT dan BIN. Pasalnya, ia menemukan penggunaan anggaran ketiga lembaga itu harus dimaksimalkan.

"Berdasarkan catatan CBA, baik Polri, BIN, serta BNPT, kurang maksimal dalam menggunakan anggaran yang dimilikinya. Hal ini terlihat dari sebagian besar anggaran yang dimiliki 3 lembaga ini habis untuk pos angagran tidak produktif, seperti belanja pegawai," paparnya.

Kepolisian misalnya, ia menjabarkan dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 95 triliun hampir setengahnya yakni sebesar Rp 44,2 triliun habis untuk belanja pegawai. Sedangkan terkait penindakan tindak pidana terorisme hanya dianggarkan senilai Rp 435,8 miliar. Ditambah anggaran terkait penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri berkeadaan tinggi senilai Rp 3 triliun.

Begitu juga dengan BIN, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp5,6 triliun. Sebagian besar digunakan untuk biaya dukungan administrasi dan SDM sebesar Rp3,5 triliun. Sisanya digunakan untuk program pengembangan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan negara senilai Rp1,9 triliun. Adapun terkait operasi intelijen dalam negeri dianggarankan senilai Rp 899 miliar, dan operasi kontra intelijen senilai Rp 411,2 miliar.

Terakhir BNPT, dari total angagran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp505,5 miliar. Anggaran untuk penanggulangan teroris bidang pencegahan dianggarkan senilai Rp169 miliar, serta penanggulangan teroris bidang penindakan dianggarkan senilai Rp122 miliar.

"Lebih baik Pak presiden memaksimalkan  kinerja 3 lembaga ini, yakni dengan evaluasi penggunaan anggarannya selama ini serta memperbaiki regulasi yang masih dianggap lemah. Daripada mengikiti usulan genit Moeldoko yang hanya akan menambah beban APBN," tuturnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)