Home » Elektoral

Catatan KIPP, Bawaslu Diminta Berhati-hati terkait Sengketa Pemilu

print this page Selasa, 14/11/2017 | 15:05

Suasana persidangan sengketa pemilu di bawaslu. FOTO: RILIS.ID/Armidis Fahmi

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu Kaka Suminta mengingatkan, agar penyelenggara Pemilu khususnya berhati-hati dalam memutuskan sengketa administrasi yang sedang ditangani.

Pasalnya, putusan Bawaslu dalam menangani sengketa tersebut bersifat final dan mengikat.

"Bawaslu untuk hati-hati dalam menyikapi, mempertimbangkan dan mengambil keputusan, karena kewenangan yang dimiliki Bawaslu bisa memutuskan keputusan yang bersifat final dan mengikat untuk kasus sengketa Pemilu," kata Kaka Suminta melalui keterangan pers yang diterima rilis.id, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Sepuluh partai politik sedang menanti putusan Bawaslu terkait laporan dugaan pelanggaran administrasi. Sesuai jadwal, Rabu (15/11) Bawaslu akan memutuskan nasib 10 parpol yang mengajukan sengketa administrasi tersebut. Parpol tersebut  mengajukan gugatan ke Bawaslu karena tak terima soal sistem informasi partai politik (Sipol) yang diterapkan KPU.

Aplikasi Sipol sendiri diwajibkan KPU kepada partai politik peserta Pemilu sebagai aplikasi untuk menginput dokumen persyaratan parpol. Bahkan, 13 partai politik dinyatakan tidak memenuhi syarat lantaran dokumen tidak terinput ke Sipol.

Selain itu, ucap Kaka, penyelenggara negara semestinya tidak membuat pernyataan yang membuat publik bingung. Sebab, sebelumnya Bawaslu sempat mengungkapkan Sipol yang dijadikan acuan KPU bermasalah.

"Kepada kedua lembaga, KPU dan Bawaslu agar bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau sikap yang bisa membingungkan publik, bahkan mangaburkan objek persidangan yang sedang berlangsung," pungkasnya.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

bawaslukpusengketa pemilusipol

loading...