logo rilis
Catat! Ini Janji Jokowi ke Penyuluh Agama non-PNS
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 April 2018, 23:40 WIB
Catat! Ini Janji Jokowi ke Penyuluh Agama non-PNS
Presiden Jokowi. FOTO: Dok Kemenag.

RILIS.ID, Semarang— Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengupayakan kenaikan honor penyuluh non PNS, minimal dua kali lipat.

"Dari 80 ribu penyuluh, yang 40-an ribu adalah non PNS. Saya akan berusaha, kalau bisa tahun ini, agar honor penyuluh agama, minimal bisa dua kali lipat," kata Jokowi.

Hal itu ia ungkapkan di hadapan 5.711 penyuluh agama di Jawa Tengah saat Silaturahmi Penyuluh Agama Provinsi Jawa tengah bersama Presiden Republik Indonesia Tahun 2018 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

Presiden mengungkapkan, kenaikan honor para penyuluh harus mendapatkan persetujuan dari DPR. "Kenaikan honor penyuluh harus menunggu persetujuan DPR RI. Tapi masak DPR tidak menyetujui. Paling lambat 2019," imbuh Presiden. 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan peran para penyuluh dalam menjaga kerukunan masyarakat. Karena, agama punya peranan sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, menjiwai keempat sila lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa bagi masyarakat kita, agama adalah hal yang sangat penting dan angkanya mencapai 85 persen," lanjut Jokowi. 

Presiden melihat, agama dan negara tidak boleh bertentangan. Sebaliknya, keduanya harus saling berjalan beriringan dan saling memperkokoh. Negara memberi perlindungan dalam berkeyakinan. Dan agama, memberikan panduan dalam bermasyarakat. 

Presiden mengajak para penyuluh untuk terus mengingatkan masyarakat betapa nikmatnya perdamaian dan persatuan. 

"Banyak bangsa yang kagum dan ingin belajar pada kita yang meski beragam, tapi tetap damai," imbuh Presiden. 

Hadir di sana Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Dirjen Bimas Islam Muhmmadiyah Amin. Hadir pula para tokoh agama dan masyarakat di Jawa Tengah dan Plt Gubernur Jateng.


500
komentar (0)