logo rilis
Catat!, Golkar Gelar Munas Usai Pelantikan Jokowi
Kontributor
Nailin In Saroh
18 Juli 2019, 22:22 WIB
Catat!, Golkar Gelar Munas Usai Pelantikan Jokowi
Politisi Golkar Bambang Soesatyo, ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo, menegaskan Musyawarah Nasional Golkar akan digelar setelah pelantikan Presiden dan Wapres terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Dia menyatakan persetujuan, apabila Munas dilakukan pada Desember 2019, demi menjaga komitmen partai.

"Untuk Munas saya katakan dengan tegas, kita akan menjaga komitmen, karena 20 Oktober pelantikan Presiden, maka jangan ada kegaduhan. Saya pribadi berpandangan Munas kita lakukan setelah pelantikan Presiden," ujar Bamsoet di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain itu, Bamsoet menilai, gelaran Munas setelah pelantikan presiden juga menghindari tudingan miring bahwa Ketua DPR itu telah memetakan pos-pos jabatan di pemerintahan.

"Agar tidak ada tudingan kami menginginkan posisi penting dengan merebut partai sebelum pengisian jabatan (kabinet)," jelasnya.

Lagipula, kata Bamsoet yang digadang-gadang mencalonkan diri sebagai Ketum Golkar ini, menjadi pimpinan bukan soal mengincar jabatan namun demi menjaga nama besar partai. 

"Tujuan memimpin partai bukan melulu soal jabatan, tapi menjaga partai tetap besar," tegasnya. 

Tak hanya usai pelantikan presiden, Bahkan Bamsoet mengusulkan, Munas Golkar sebaiknya diselenggarakan setelah pelantikan kabinet pemerintahan Jokowi. Agar tidak ada kegaduhan-kegaduhan. 

"Kalau perlu sampai pelantikan kabinet, agar kami tidak dituding menginginkan posisi itu. Kerja kami kerja ikhlas menjaga Golkar tidak merosot lagi," kata Bamsoet menekankan.

Bamsoet mengungkapkan, pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum semata-mata untuk mengembalikan Partai Golkar kepada cita-cita para pendirinya. Dimana sejarahnya, partai beringin ini adalah rumah bagi purnawirawan TNI/Polri.

"Golkar didirikan TNI/Polri, inilah sejarah. Sejarah ini harus kita renungkan kembali dan menjadikan Golkar sebagai rumah bagi keluarga besar purnawirawan TNI/Polri," jelas Bamsoet. 

Bamsoet juga menambahkan, dirinya akan mempersatukan kembali tiga kekuatan ormas pendiri Golkar yakni Soksi, MKGR dan Kosgoro. Menurutnya ketiga ormas itu harus memiliki porsi besar di dalam DPP Golkar. 

"Saya juga akan merangkul seluruh potensi kepemudaan di tubuh Golkar, agar kader muda Golkar tidak beralih ke partai lain. saya tidak pernah takut hadapi pasukan singa yang dipimpin domba, tapi saya akan takut dengan pasukan domba yang dipimpin singa," pungkasnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID