logo rilis
Cara Kemendikbud Identifikasi Masalah Literasi
Kontributor
Tio Pirnando
27 Maret 2018, 20:15 WIB
Cara Kemendikbud Identifikasi Masalah Literasi
Sejumlah anak asyik membaca buku di Taman Baca Kolong Jembatan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (16/3/2018). Taman Baca yang dikelola Komunitas Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong ini, telah mengumpulkan lebih dari 1.020 buku untuk meningkatkan minat baca warga dan anak jalanan sekitar lokasi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar "Pembekalan Teknis Pengumpulan Data Penyusunan Bahasa Kebijakan" di Jakarta, Selasa (27/3/2018). Tujuannya, mengidentifikasi kegiatan literasi siswa dan guru di sekolah, rumah dan kehidupan bermasyarakat.

"Hasil kajian ini, nanti diharapkan dapat melahirkan kebijakan di berbagai unit di Kemendikbud terkait program literasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembianaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud, Dadang Suhendar, sela acara, beberapa saat lalu.

Karenanya, peserta yang terdiri dari Tim Kajian Kebijakan Teknis Pendukung Literasi Nasional Badan Bahasa mampu mengumpulkan data di lapangan secara valid. Misalnya, penyebab siswa kurang suka membaca buku.

Selain itu, diharapkan pembekalan tersebut mendorong terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara para pelaksana kajian. Soalnya, hasil kajian bakal direkomendasikan ke sekolah, keluarga, maupun masyarakat. "Agar tingkat literasi atau budaya membaca semakin baik," tutup Dadang.

Pembekalan diikuti sekitar 115 peserta. Perinciannya, Pusat Pengembangan Stategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) 10 orang, peneliti Balai dan Kantor Bahasa 60 orang, Koordinator Proktor Provinsi 34 orang, narasumber dari Pusat Pendidikan tujuh orang, serta Badan Bahasa empat orang.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)