Home » Peristiwa » Nasional

Cara Gempita Tumbuhkan Semangat Pemuda dan Peneliti di Pertanian

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia M Riyadha (kiri) dan Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono (tengah) meluncurkan Agriventor 2017 di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

RILIS.ID, Jakarta— Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan Presiden Joko Widodo hadir dan memberikan hadiah kepada para pemenang pada puncak acara Agriventor 2017.

Hal tersebut, kata Koordinator Nasional Gempita, M Riyadha, dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap inovator-inovator tanah air, termasuk di sektor pertanian, agar bersemangat.

"Ini (penemu-penemu berprestasi, red) seharusnya ditempatkan secara mulia. Tuhan saja memuliakan orang berilmu," ujarnya di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Gempita pun berupaya melibatkan stakeholder lain, seperti dari Kementerian Perindustrian, agar temuan yang keluar sebagai pemenang bisa dikembangkan agar sesuai standar serta diproduksi massal. Sehingga, penemu bisa mendapatkan royalti dari produk yang dikembangkannya.

Sebab, sambung Dadang, sapaannya, banyak generasi muda kehilangan semangat dan periset yang karyanya diproduksi di luar negeri, lantaran minim pengakuan dan prestasi.

Karenanya, melalui Agriventor diharapkan kian meneguhkan komitmen Kementan untuk menutup keran impor. Bukan sekadar komoditas, namun meliputi alat mesin pertanian (alsintan) dan temuan-temuan inovatif lainnya.

Hadiah Rp3 Miliar

Total hadiah untuk kompetisi penemu muda teknologi pertanian yang melibatkan rilis.id sebagai event partner ini berhadiah total Rp3 miliar.

Rinciannya, juara I Rp1 miliar, juara II Rp750 juta, juara III Rp500 juta, juara harapan I Rp300 juta, juara harapan II Rp250 juta, dan juara harapan III Rp200 juta. Tiap pemenang pun mendapat piala dan sertifikat.

"Sumber hadiah adalah fund rising dari teman-teman Gempita yang ikut tanam jagung. Jadi, dari pemuda, oleh peuda, untuk pemuda. Sponsornya anak muda," ungkap Dadang.

Untuk diketahui, Gempita memiliki calon petani calon lahan (CPCL) seluas 540 ribu hektare dari 3 juta hektare yang ditargetkan pemerintah.

Lahan tersebut merupakan lahan baru dan 80 persen orang yang dilibatkan pemuda yang bukan petani sedari awal.

Dari 540 ribu ha CPCL, 63 ribu ha diantaranya dan tersebar di Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan, telah ditanami jagung. Direncanakan akan panen raya pada Desember nanti.

"Jadi, di malam penghargaan (16 Desember 2017, red), juga menyambut pesta panennya. Kita kumpul di Jakarta dan berbagi dengan teman-teman penemu," ungkapnya.

Karenanya, menurut Dadang, "Agriventor akan jadi magnet luar biasa bagi teman-teman yang tersebar di Indonesia."

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

KementanMenteri Pertanian

loading...