logo rilis
Cara Bijak Bantu Anak Sikapi Kejahatan Terorisme
Kontributor
Ning Triasih
15 Mei 2018, 17:40 WIB
Cara Bijak Bantu Anak Sikapi Kejahatan Terorisme
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Meski masih anak-anak, bukan berarti mereka tak mengerti dan terpengaruh dengan tragedi yang tengah terjadi di sekitarnya. Termasuk kejahatan terorisme.

Ya, sebagai orang tua, sangat perlu membicarakan tentang kejahatan terorisme bersama anak. Tujuannya adalah agar mereka bisa menyikapi setiap insiden yang terjadi dengan bijak. Bagaimana caranya?

Seperti yang disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui cuitan di Twitter resmi @Kemendikbud_RI, berikut beberapa tips bijak untuk orang tua dalam membantu anak menyikapi aksi terorisme.

Pemahaman kejahatan Terorisme perlu ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita ??. Peran orang tua, guru dan kepala sekolah memegang peran penting untuk edukasi anak. ????

1. Gali informasi tentang apa yang anak pahami

Jika ingin bicarakan soal kejahatan terorisme pada anak, langkah pertama adalah cari tahu lebih dulu apa yang mereka pahami, bahas singkat apa yang terjadi berdasarkan fakta-fakta yang terkonfirmasi. Setelah itu baru ajak anak menghindari isu spekulasi.

2. Jauhkan anak pada televisi dan media sosial

Menjauhkan anak dari televisi dan media sosial di tengah isu terorisme adalah cara terbaik. Jangan sampai anak mengonsumsi informasi yang menampilkan gambar, adegan serta tulisan yang mengerikan. terutama anak di bawah usia 12 tahun.

3. Jangan sampai anak ketakutan

Ketika tengah ramai isu terorisme, jangan sampai anak Anda ketakutan. Anda harus mengidentifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa setiap anak punya karakter unik. Jelaskan pada mereka kejahatan terorisme sangat jarang, tapi waspada tetap diperlukan.

4. Bantu anak ungkap perasaan tentang tragedi yang tengah terjadi

Setiap anak pasti punya respons perasaan tersendiri soal insiden yang tengah terjadi di sekitar mereka, termasuk terorisme. Anda harus mampu mengungkapnya. Jika ada perasaan marah, Anda harus arahkan pada sasaran yang tepat, yakni pelaku kejahatan. Tapi, hindari prasangka pada identitas golongan.

5. Ajak berkegiatan secara normal

Meski kondisi tengah genting, lakukan kegiatan keluarga secara normal. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman dari kejahatan terorisme. Kebersamaan dan komunikasi yang rutin itu penting dalam mendukung anak.

6. Ajak anak apresiasi kinerja aparat keamanan

Selain pemahaman tentang kejahatan terorisme itu sendiri, Anda juga perlu mengajak anak berdiskusi tentang kinerja polisi dalam memberantas para teroris. Ajak mereka mengapresiasi kinerja baik para polisi, TNI dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu masyarakat saat insiden terjadi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka ketimbang kejahatan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)