logo rilis

Cara Berwisata Model Lama Terancam Ditinggalkan Kaum Milenial
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
20 Oktober 2018, 16:30 WIB
Cara Berwisata Model Lama Terancam Ditinggalkan Kaum Milenial
FOTO: Kemenpar

RILIS.ID, Jakarta— Generasi muda atau kaum milenial berpotensi akan mendominasi pasar pariwisata di seluruh dunia. Namun, generasi yang usianya berkisar antara 15-34 ini dianggap akan mulai meninggalkan cara berwisata model lama. 

Pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, mengatakan, bisnis pariwisata dan tantangannya di era digital dan millennial tourism ini ditandai dengan terjadinya disrupsi ekonomi pariwisata.

"Milenial yang membuat disrupsi di pariwisata. Disrupsi mepersingkat dan menekan harga dengan teknologi sehingga membuat cara-cara lama tidak dipakai lagi," katanya, melalui siaran persnya kepada rilis.id, Sabtu (20/10/2018). 

Rhenald Kasali menjelaskan, ciri milenial tiap negara berbeda-beda dan memiliki kekhasan yang dilatarbelakangai oleh budaya dan lingkungan.

Misalnya, ujar dia, milenial Amerika Serikat yang memiliki lebih suka  mengumpulkan uang demi liburan yang berkualitas, sedangkan milenial Eropa dikenal memiliki kebiasaan travelling hingga tiga kali dalam setahun. 
 
Sementara, lanjut dia, milenial dari Asia dalam setahun melalukan travelling maksimal dua kali dengan jarak kurang dari 4 jam dan menggunaan paket wisata yang standar.

"Untuk wisatawan milenial China mempunyai pengeluaran yang besar dalam melakukan travelling  menggunakan paket tour dan lebih suka  mencari destinasi yang populer," ujarnya. 

Adapun untuk wisatawan milenial Indonesia, menurut Rhenald Kasali, lebih banyak memilih travelling di dalam negeri atau domestik maupun destinasi di kawasan regional Asia Tenggara. 

"Destinasi di dalam region  yang anti-mainstream sangat disukai wisatawan milenial Indonesia," paparnya. 

Sementara itu, Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan, tahun 2019 lebih dari 50 persen dari tiap pasar pariwisata Indonesia sudah merupakan milenial.

"Wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama," tegasnya. 
 
Dia menuturkan, pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Cina, generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.
 
Rizki mengungkapkan, banyak negara mulai menyasar pasar milenial Indonesia, seperti Korea dan Jepang. Dua negara itu menarik milenial dengan gaya promosi dan iklan visual, kebudayaan, kuliner, dan lainnya. 

"Saya berharap di 2019 Indonesia tidak kecolongan dalam mengantisipasi potensi wisatawan milennial," tandasnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)