logo rilis
Calon Tunggal di Pilkada, Perludem: Bukti Pragmatisme Parpol
Kontributor
Tio Pirnando
14 Januari 2018, 11:10 WIB
Calon Tunggal di Pilkada, Perludem: Bukti Pragmatisme Parpol
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai penyebab adanya calon tunggal di pemilihan kepala daerah (pilkada) karena pragmatisme partai politik. Hal ini membuat partai mengusung calon di luar kadernya sendiri.

 "Ini bukti pragmatisme dan oportunisme politik yang membuat partai mengusung calon tunggal ketimbang mengusung kadernya sendiri,"  kata Titi saat dihubungi rilis.id, di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Kendati begitu, menurut Titi, kompetisi akan tetap berjalan meski calon tunggal tersebut diperhadapkan dengan surat suara kosong.

"Dalam pilkada dengan calon tunggal bukan berarti kompetisi tidak berjalan, karena calon tunggal akan diperhadapkan dengan kolom kosong yang ada di surat suara. Jadi calon tunggal vs kolom kosong bagi pemilih," bebernya.

Saat ini, lanjut Titi, dirinya belum dapat memastikan ada atau tidak calon tunggal yang akan berkompetisi di pilkada pada Juni 2018 nanti. Jika terjadi, diharapkan dalam waktu dekat ini sebelum pendaftaran di tutup akan ada perubahan situasi politik di mana lahir koalisi penantang baru yang mencalonkan kepala daerah sehingga tidak hanya ada satu paslon.

"Tapi karena ada satu paslon mau tidak mau karena calon tunggal dianggap konstitusional, pilkadanya tetap berlanjut. Hanya saja catatannya KPU perlu membangun opini pemilih bahwa bukan berarti dengan adanya calon tunggal lalu kompetisinya berhenti, seolah-olah sudah pasti calon tunggal itu menang," jelasnya.

Disisin lain, Titi menuding, lahirnya calon tunggal karena partai gagal dalam menjalankan fungsi kaderisasinya. "Jadi mandeknya kaderisasi dan defisit fungsi partai sebagai sarana rekrutmen politik membuat calon tunggal itu banyak terjadi di Indonesia. Jadi partai berhitung seperti ala pedagang yang mempertimbangkan untung rugi," pungkasnya.


#Calon Tunggal
#Pilkada 2018
#Partai Politik
500
komentar (0)