logo rilis
Cakada dan Caleg Dilarang Kampanye di Tempat Ibadah, Ini Alasannya
Kontributor
Sukma Alam
21 Mei 2018, 10:28 WIB
Cakada dan Caleg Dilarang Kampanye di Tempat Ibadah, Ini Alasannya
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawslu), Banten, melarang kepada seluruh pasangan calon kepala daerah (Cakada) dan bakal calon legislatif (Caleg) agar tetap mematuhi aturan dengan tidak melakukan kampanye di tempat ibadah.

Kepala Divisi Pengawasan Bawaslu Banten, Nuryati Solapari, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Larangan Kampanye di Tempat Ibadah dan Lembaga Pendidikan. Karena itu, Bawaslu meminta semua pihak harus mengikuti aturan.

Apalagi saat ini telah memasuki bulan suci Ramadhan serta masuk tahapan kampanye bagi kandidat calon kepala daerah.

"Di bulan yang penuh dengan keberkahan ini, mari kita semua jaga kesuciannya. Jangan sampai aturan ini dilanggar. Silahkan semua kandidat atau bacaleg melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tapi tentunya dengan cara-cara yang indah, tidak mencederai," katanya di Serang, Senin (21/5/2018).

Menurut Nurhayati, bakal calon anggota legislatif yang sudah mendaftarkan di masing-masing parpolnya untuk juga mengindahkan aturan masa kampanye.

"UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 276 menyebutkan, parpol peserta pemilu dapat melaksanakan kampanye 3 hari setelah ditetapkannya daftar calon tetap anggota legislatif dan pasangan calon presiden pada tanggal 23 September mendatang," katanya.
 


500
komentar (0)