logo rilis
C1 di Bangkalan Ketahuan Palsu, Prisma Harap 'Perampok Suara' Pileg Dapat Hukuman
Kontributor
Nailin In Saroh
05 Agustus 2019, 21:45 WIB
C1 di Bangkalan Ketahuan Palsu, Prisma Harap 'Perampok Suara' Pileg Dapat Hukuman
Ilustrasi Pemilihan Legislatif 2019

RILIS.ID, Jakarta— Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan untuk 202 perkara sengketa hasil Pileg 2019, mulai Selasa (6/8/2019) hingga Jumat (9/8/2019). 

Diantara perkara yang menyedot perhatian publik adalah gugatan Caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil Jatim XI (Madura) Moh. Nizar Zahro. Pasalnya, suaranya raib hingga 58.690 suara. Hilang saat perhitungan di level kabupaten.

Nizar terus menuntut keadilan. Mulai dari Pleno Pronpinsi, Pleno KPU, Bawaslu, hingga akhirnya mendaratkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Di Mahkamah Konstitusi inilah mulai terlihat cahaya kebenaran. Pada 23-24 Juli 2019, majelis hakim konstitusi memberikan ijin kepada kuasa hukumnya, Arief Sulaiman, untuk melakukan inzage atau pemeriksaan mendalam terhadap alat bukti KPU dan Bawaslu Bangkalan.

Setelah Inzage, Kuasa hukum Arief Sulaiman menyatakan ada dugaan pemalsuan formulir C1 oleh KPUD dan salinan C1 versi Bawaslu Kabupaten Bangkalan. Anehnya lagi C1 berhologram yang digunakan oleh KPUD Bangkalan dan C1 salinan Bawaslu Bangkalan tidak sama dengan Situng di Website KPU yang telah mencapai 100 persen.

Sontak, temuan tersebut menggegerkan semua pihak. Di Bangkalan, pada 1 Agustus 2019 ratusan masyarakat yang tergabung dalam BERAKSI (Barisan Rakyat Kawal Demokrasi) mengepung kantor KPU dan Bawaslu Bangkalan meminta klarifikasi atas temuan adanya dugaan pemalsuan formulir C1 milik KPU dan Bawaslu Bangkalan.

Ketua KPU Bangkalan Zainal, di hadapan ratusan masyarakat pendemo, menyatakan bahwa yang benar adalah C1 yang diupload di Situng KPU. Atas Jawaban tersebut, Ketua BERAKSI Khairul menyatakan kalau yang benar adalah C1 yang diupload di situng, berarti C1 yang dijadikan bukti di MK adalah palsu, karena C1 yang diajukan KPU bangkalan Di MK tidak sama. Justru yang di upload di situng KPU sama seperti milik Nizar.

"Akhirnya, kebenaran menemukan jalannya. Perjuangan yang tak kenal lelah oleh Moh. Nizar Zahro menemui secercah harapan," ujar Ketua Prisma, Syaroni kepada wartawan di Jakarta.

Syaroni berharap suara 58.690 yang raib di tingkat kabupaten akan kembali ke pangkuan pemiliknya. "Para perampok suara akan mendapatkan hukuman yang setimpal," katanya.

Dalam berbagai wawancara media, dikatakan Syaroni, Moh. Nizar Zahro menyatakan memiliki bukti C1 di semua TPS di Dapil Jatim XI. Tidak hanya C1 tapi juga memiliki DA1 dan DB1. Sehingga siapa pun yang berupaya menggarong pasti ketahuan. 

"Sekedar saran, siapa pun yang ingin merampok suara Moh. Nizar Zahro harap cerdas sedikit. Karena Nizar memiliki C1 di semua TPS. C1 milik Nizar Zahro sama persis dengan C1 yang ditayangkan di Situng KPU," katanya.

Hari Rabu (7/8/2019), majelis hakim konstitusi akan menjatuhkan palu keputusan. Mudah-mudahan keadilan memihak kepada Moh. Nizar Zahro.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID