Home » Peristiwa » Nasional

Busyro: Ketua MK Arief Hidayat Langgar Kode Etik Hakim

print this page Kamis, 7/12/2017 | 21:33

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas (tengah). FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai bahwa pertemuan antara Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat dan Komisi III DPR merupakan bentuk pelanggaran kode etik hakim berdasarkan Peraturan MK Nomor 09/PMK/2006 tentang Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi atau "Bangalore Principles" yang digelar di Negara India.

Menurutnya, pertemuan Arief tersebut tidak bisa melepaskan jabatannya sebagai Ketua MK. Meskipun dia mengaku pertemuan dengan Komisi III DPR dalam rangka membahas rencana fit and proper tes calon hakim MK.

"Bangalore Principles itu di sana ada rumusan kode etik hakim yang mengikat, di antaranya tidak boleh melakukan langkah-langkah atau tindakan yang mengurangi martabatnya sebagai hakim. Dan beliau ini kan masih sebagai hakim dan ketua MK, jadi masih melekat itu," ujarnya di Kantor MK, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini menilai, dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua MK ini, diperkuat dengan pemberitaan media massa yang menyebutkan adanya dugaan lobi agar kembali dipilih menjadi hakim MK. 
"Pertemuan yang bersangkutan ke Komisi III tentu kami kecewa sekali," bebernya.

Meskipun harus dibuktikan kebenarannya, bagi Busyro tindakan tersebut akan berpotensi pada putusan MK, melahirkan sebuah kebijakan yang tidak objektif, berpihak dan menimbulkan dampak kerugian konstitusional yang lebih luas.

Penulis Tio Pirnando
Editor Syahrul Munir

Tags:

Ketua Mahkamah KonstitusiArief HidayatKomisi Pemberantasan KorupsiBusyro MuqoddasKode Etik Hakim