logo rilis

Bupati Wihaji Larang Penggunaan Mobil Dinas Untuk Mudik
Kontributor
Yayat R Cipasang
13 Juni 2018, 11:57 WIB
Bupati Wihaji Larang Penggunaan Mobil Dinas Untuk Mudik
Bupati Batang Wihaji. FOTO: batangkab.go.id

RILIS.ID, Batang— Bupati Batang Wihaji melarang penggunaan kendaraan mobil dinas untuk kepentingan pribadi untuk mudik. Hal ini telah diatur oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenpan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur telah menerbitkan Surat Edaran Nomor B/21/M.KT.02/2018. 

Surat itu terkait larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN ) untuk mudik menggunakan mobil dinas. Surat mengatur pula soal larangan menerima hadiah bagi ASN.

"Saya pun telah menerbitkan surat edaran juga kepada kepala OPD untuk tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik, karena mobil dinas hanya diperbolehkan untuk kedinasan bukan untuk kepentingan pribadi," kata Wihaji di rumah dinasnya, Selasa (12/6/2018).

Namun apabila ada pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk mudik atau kepentingan pribadi,  kata Wihaji, jadi tanggungjawab sepenuhnya berada pada pejabat yang bersangkutan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya rasa semua kepala OPD di Kabupaten Batang hampir semuanya memiliki kendaraan mobil pribadi, mereka juga tahu aturannya, sehingga hampir dipastikan mereka mudik memakai mobil sendiri," kata Wihaji. 

Ia juga mengatakan bahwa penggunaan mobil dinas untuk mudik selalu menjadi isu menarik menjelang atau saat berlangsungnya arus mudik. Dan kecil kemungkinan pejabat Batang memakai kendaraan dinas untuk mudik karena hampir sebagian pejabat eselon adalah warga asli Batang. Mereka keseharianya memang membawa mobil dinasnya ke rumah untuk mempermudah sewaktu-waktu ada perintah dinas bisa dipakai untuk mempercepat waktu. 

“Regulasinya Pemerintah Pusat tidak mengizinkan, ya kita juga sama dan kita tidak boleh melanggar aturan di atasnya. Kami harap ASN tahu aturannya sehingga apabila melanggar siap  mempertanggungjawabkannya, karena tanggung jawab itu melekat di jabatan," tegas Wihaji.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)