logo rilis
Bupati Sambas Kaji Terap Pertanian Berkelanjutan ke Jepang
Kontributor
Kurniati
29 Maret 2018, 15:37 WIB
Bupati Sambas Kaji Terap Pertanian Berkelanjutan ke Jepang
Bupati Sambas ketika mencoba forklift yang mengangkut hasil pertanian di Jepang. FOTO: Dokumen Pribadi

RILIS.ID, Jakarta— Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Atbah Romin Suhaili, melakukan kaji terap/uji lapangan pertanian berkelanjutan ke negeri Sakura, Jepang. 

Menurut Atbah, Jepang adalah negara untuk tempat belajar yang paling tepat, bagaimana semangat dan metal petani yang maju dan berperadaban, meski di tengah terbatasnya lahan pertanian.

"Jepang menjadi tempat untuk menimba ilmu. Di sini diperlihatkan semangat dan mental petani yang sangat maju dan berperadaban meski dengan lahan yang sangat terbatas," katanya kepada rilis.id, Kamis (29/3/2018).

Di Jepang, kata Atbah, dirinya juga belajar bagaimana penerapan sentuhan teknologi dalam industri pertanian.

"Termasuk bagaimana alur hasil pertanian yang dapat menguntungkan dan memakmurkan petani. Kalau itu diterapkan di Sambas, akan luar biasa," kata orang nomor satu di Sambas ini.

Sebagai lumbung pertanian Kalbar, Kabupaten Sambas diharapkan bisa mengambil manfaat dari kaji terap pertanian berkelanjutan ini.

"Apalagi di Jepang, pertaniannya berorientasi kepada kualitas hasil. Itu yang bisa diterapkan di Sambas," kata Atbah.

Atbah juga mengagumi teknologi teknologi dan industri pertanian di Jepang. Apalagi, petani di Jepang memiliki peradaban dan ilmu yang  tinggi tentang pertanian, sehingga menjadi petani menjadi profesi yang sangat menjanjikan kemakmuran di negeri matahari terbit tersebut.

"Hasil kaji terap ini akan saya terapkan untuk membangun mentalitas dan peradaban petani di Sambas, agar lahan pertanian yang luas di Sambas bisa memberikan dampak pada kemakmuran masyarakatnya, khususnya petani," jelasnya.

Dengan begitu, tambah Atbah, semua bantuan dari pemerintah dan pihak mana pun bisa tepat guna dan tepat sasaran dan menghadirkan kemakmuran bagi petani di Sambas.

"Sembari memastikan alur hasil pertanian juga menguntungkan petani, bukan hanya menguntungkan pedagang atau pihak lainnya," pungkasnya. 
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)