logo rilis

Bupati Karawang Siap Amankan Lahan Sawah
Kontributor
Kurnia Syahdan
20 April 2018, 21:45 WIB
Bupati Karawang Siap Amankan Lahan Sawah
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Karawang— "Hingga tahun 2030 yang masuk lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) tidak boleh dijual atau dialihfungsikan selain fungsi sawah," tegas Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, ketika meresmikan Lumbung Pangan Gapoktan Sri Asih di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Bupati yang akrab dipanggil Teh Celly menyampaikan hal tersebut merupakan dukungan kongkrit Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Selanjutnya Bupati yang sangat akrab dan dicintai  rakyatnya itu juga mengapresiasi dan mendukung kegiatan kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Karawang, yaitu demfarm "Sistem Pertanian Korporasi" di Kecamatan Jayakerta. 

Teh Celly berharap tujuan demfarm untuk menjadikan Karawang sebagai center of excellent pertanian korporasi akan berhasil. 

Ini juga diamini oleh Kepala Dinas Pertanian Karawang, Hanafi, yang menyatakan kabupaten itu sangat tepat untuk dikembangkan sebagai model pertanian korporasi, mengingat Karawang merupakan sentra produksi beras andalan Jabar bahkan nasional.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi, menjelaskan kepada masyarakat Kabupaten Karawang bahwa Sistem Pertanian Korporasi yang akan dilaksanakan di Kecamatan Jayakerta termasuk di Desa Ciptamarga meliputi pengembangan teknologi budidaya padi, hortikultura dan itik. 

Selain budidaya, aspek pengolahan pascapanen, kelembagaan dan pemasaran juga diterapkan dalam demfarm ini. 

Sistem ini diharapkan dapat menjadikan para petani lebih mandiri serta memiliki sistem  pemasaran hasil pertanian yang kuat, sehingga para petani tidak lagi bergantung kepada tengkulak.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang, Kadarusman menjelaskan, instansinya siap mengimplementasikan UU No. 18/2012 tentang Pangan, yaitu dengan mengembangkan cadangan pangan masyarakat. 

"Konsepnya kita mengumpulkan zakat mal dari hasil panen padi berupa gabah 5 hingga 10 persen, dimana mustahiknya adalah masyarakat yang kurang mampu di lokasi yang bersangkutan. Kita mulai di Gapoktan Sri Asih di Desa Ciptamarga yang hari ini bangunan lumbung pangannya diresmikan Bupati. Selanjutnya akan terus kita kembangkan di Kecamatan lainnya, seperti di Cilebar, Cilamaya Wetan dan Lemah Abang," jelas Kadarusman.  

Ketua Koperasi Sri Asih Mandiri, Dede Syamsudin mengatakan, koperasinya merupakan eksekutor dari kegiatan lumbung pangan masyarakat di Desa Ciptamarga ini. 

Dana dari hasil zakat ini tidak hanya disalurkan kepada mustahik saja tapi juga bisa dijadikan sebagai dana sosial yang dipinjamkan tanpa bunga untuk modal bagi anggota yang memerlukannya. 

"Ini bisa mengurangi ketergantungan para buruh tani kepada bank emok (rentenir) yang sering memberatkan mereka," tambah Dede.

Sumber: Laela Rahmi


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)