logo rilis
Bulog Punya Inovasi Ini untuk Simpan Beras Berbulan-bulan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Agustus 2019, 19:12 WIB
Bulog Punya Inovasi Ini untuk Simpan Beras Berbulan-bulan
FOTO: Humas Perum Bulog

RILIS.ID, Jakarta— Perum Bulog Subdivre Surakarta, Jawa Tengah, melakukan pembukaan sungkup cocoon terhadap 180 ton beras yang telah dibeli. Metode penyimpanan ini merupakan salah satu inovasi dari Bulog untuk menjaga jumlah stok beras yang aman selama berbulan-bulan. 

Sebagai penjaga ketahanan pangan, Bulog memastikan akan terus melakukan inovasi untuk menyediakan pasokan pangan dengan lebih mengutamakan pengadaan dalam negeri, menjaga sejumlah stok tertentu yang selalu tersedia setiap saat di berbagai wilayah di Indonesia.

Tak hanya itu, Bulog juga siap melaksanakan penyediaan pasokan ke setiap lini masyarakat dengan harga yang terjangkau dan stabil. 

Cocoon berbentuk bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras yang akan dijaga kualitasnya pada waktu tertentu. Metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan cara menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan  meminimalisir oksigen. 

Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal, tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras. 

Penyimpanan dengan cocoon adalah penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perawatan dengan menggunakan obat-obatan berbahan kimia. Apabila dalam penyimpanan konvensional perlu perlakuan spraying dan fumigasi dengan bahan kimia, maka selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut.

Dengan demikian, Bulog dapat menghemat pengeluaran biaya perawatan beras secara signifikan

Hasil penyimpanan dengan metode Cocoon selama setahun telah dibuktikan dengan baik dalam pembukaan Cocoon di Gudang Duyungan.

"Terbukti bahwa penyimpanan dengan metode cocoon ini dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras tersebut pertama kali disimpan," kata Direktur Operasional & Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2019). 

Menurut Tri Wahyudi, tidak ada perubahan kualitas baik dari sisi warna, bau, dan penampakannya dengan menggunakan inovasi tersebut. 

Bahkan, menurutnya, berbagai hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa melakukan perkembangbiakan dan bahkan mati.

"Jumlah hama yang mati pun, relatif sedikit sekali dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup. Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi seperti semula saat dimasukkan dalam sungkup cocoon," ujarnya. 

Dengan keberhasilan dalam uji coba inovasi penyimpanan ini, Bulog meyakini bahwa penugasan menjaga stok pangan, terutama beras, dapat dilakukan dengan baik dan terjaga kualitasnya. Uji coba ini baru dilaksanakan di Surakarta, Surabaya, Cirebon dan Makassar. 

Ke depan, lanjut Tri Wahyudi, metode ini akan menjadi bagian dari pelayanan Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga stok pangan dengan jumlah yang aman dan dalam jangka waktu lebih lama.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID