logo rilis
Bulog Klaim Stok Beras Aman jelang Lebaran
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
11 Mei 2018, 17:20 WIB
Bulog Klaim Stok Beras Aman jelang Lebaran
ilustrasi stok beras. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Perum Bulog mengklaim stok komoditas strategis pangan, khususnya beras terbilang cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulo,g Karyawan Gunarso, menjelaskan stok beras saat ini sebesar 1,2 juta ton terdiri atas 1,050 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan sisanya beras untuk komersial Bulog.

"Sekarang stok Bulog 1,2 juta ton. Kalau bicara cadangan pemerintahan yang jumlahnya lebih dari satu juta, ini lebih dari cukup untuk Lebaran saja, bahkan sampai akhir 2018 nanti," kata Karyawan pada diskusi FMB 9 di Kementerian Kominfo Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ia memaparkan, stok beras yang dimiliki Bulog sangat dinamis karena ada penyerapan dan penyaluran setiap hari. Dengan jumlah penyerapan rata-rata 15 ribu ton per hari, Bulog menargetkan dapat menyerap 300 ribu ton beras pada akhir Mei nanti.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriari, mengatakan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), yang menjadi barometer nasional, lebih dari cukup. Saat ini stok beras di PIBC, Jakarta Timur mencapai 43.349 ton.

"Stok berlebihan karena normalnya 23-30 ribu ton. Sementara terkait harga, beras memang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, tapi dua minggi ini ada kecenderungan menurun," kata Agung.

Dalam upaya menstabilisasi harga beras, Bulog menggelontorkan beras melalui Gerakan Stabilisasi Harga Pangan di 82 kabupaten kota dan lebih dari 198 pasar. Dengan demikian, harga beras akan mengikuti di pasaran dan lebih terkendali di tingkat konsumen.

Sejumlah langkah sinergis lainnya yang dilakukan Kementerian Pertanian, Bulog dan Kemendag untuk menstabilkan harga dan pasokan, antara lain pembukaan lapak di pasar sehingga harga di pasar juga terpengaruh.

Pemerintah juga menggelar bazar pasar murah, monitoring harian, dan pasar e-commerce bahan pokok pertanian, yakni beras, jagung, bawnag, cabai dna daging ayam.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)