logo rilis
Bulog dan BPS Tukar Informasi Lewat MoU Ini
Kontributor
Intan Nirmala Sari
20 Maret 2018, 20:02 WIB
Bulog dan BPS Tukar Informasi Lewat MoU Ini
FOTO: Twitter/@bps_statistics

RILIS.ID, Jakarta— Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik di bidang pangan.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, data BPS yang diamati dan diumumkan akan menjadi bagian dari sistem peringatan dini, maupun sebagai salah satu alat bagi Bulog menentukan strategi penugasan dan komersial Bulog.

"Tujuan pelaksanaan nota kesepahaman ini, dilakukan agar kedua belah pihak dapat saling bertukar informasi yang saling mendukung dan dibutuhkan dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penugasan pemerintah," ujar Djarot saat penandatanganan MoU di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Dalam pernyataan resminya, Djarot berharap dapat mendukung kegiatan bisnis Bulog dengan tidak mengurangi independensi BPS.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPS Suhariyanto menyambut langkah Bulog untuk membina hubungan baik dengan BPS yang memiliki fasilitas dan peralatan analisis mutu pangan, yang dapat mendukung pencatatan informasi sekaligus data pangan.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut, diharapkan independensi BPS tetap terjaga, sehingga data dan informasi BPS dapat digunakan oleh pengembil keputusan kebijakan di pemerintahan maupun oleh Bulog dalam melakukan analisa, perencanaan, dan pelaksanaan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Nota kesepahaman sendiri terdiri atas delapan ruang lingkup strategis, yaitu penyediaan data dan informasi statistik melalui kegiatan perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penyajian data dan informasi statistik di bidang pangan, pemanfaatan data dan informasi statistik di bidang pangan, pengembangan sistem informasi statistik di bidang pangan, dan dukungan fasilitas dan peralatan analisa mutu pangan.

Selain itu, nota kesepahaman juga melingkupi pelaksanaan kegiatan lainnya yang bersifat strategis dalam rangka penugasan yang diberikan oleh pemerintah, bersama-sama melakukan pemantauan di lapangan terkait pasokan, serta harga pangan, pengembangan sumber daya manusia di bidang statistik serta bidang pangan, dan pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang terkait bidang statistik dan bidang pangan.


500
komentar (0)