logo rilis
Bukan TNI-Polri-Birokrat, Ini Cawapres yang Pantas untuk Jokowi
Kontributor
Sukma Alam
25 Mei 2018, 09:59 WIB
Bukan TNI-Polri-Birokrat, Ini Cawapres yang Pantas untuk Jokowi
Peluncuran Bank Wakaf Mikro oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. FOTO: Humas OJK

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari UIN, Jakarta, Saifuddin Asrori mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mengambil calon wakil presiden dari kalangan santri.

Menurut Saifuddin, dari beberapa kelompok yang saat ini berusaha untuk menjadi cawapres Jokowi, kalangan santri cenderung lebih solid.

"Kelompok militer dan Polri terpecah pada banyak kubu. Begitu juga dengan kalangan pegawai negeri dan birokrat," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Kalangan santri, kata Saifuddin, selain bisa menjawab berbagai isu nasional yang saat ini berkembang, juga memiliki potensi untuk bisa mengikuti semua perkembangan dan kebutuhan yang ada.

"Tentunya sosok yang perlu dipilih Jokowi santri yang memiliki kapasitas intelektual yang sangat bagus, memiliki kemampuan manajemen yang baik, serta mengusai isu teknologi dan ekonomi," kata Saifuddin.

Menurut dia beberapa nama dari kalangan santri yang layak menjadi cawapres antara lain Muhaimin Iskandar, M Romahurmuziy, Mahfud MD, dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Hanya, kata Saifuddin, Mahfud dan TGB terbentur kendaraan politik. Mahfud tak memiliki partai, TGB masih di bawah bayang-bayang SBY dan AHY.

Muhaimin dan Romahurmuziy merupakan sosok santri yang juga ketua umum partai, masing-masing memimpin PKB dan PPP.

Masalahnya, lanjut Saifuddin, Muhaimin terkesan menyandera Jokowi dengan syarat harus diambil sebagai cawapres apabila menginginkan dukungan PKB.

"Selain itu, Cak Imin masih main dua kaki dengan membuka opsi bisa berkoalisi dengan Prabowo," katanya.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)