logo rilis
Bukan Monumen Besar, Patung Jokowi di NTT Cuma Manekin
Kontributor

10 Oktober 2018, 07:30 WIB
Bukan Monumen Besar, Patung Jokowi di NTT Cuma Manekin
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pariwisata meluruskan maksud pembuatan patung Jokowi di Desa Tulakadi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Patung tersebut bukanlah sebuah monumen, sekadar manekin.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, mengatakan ada kesalahpahaman bila ada pihak yang menangkap kalau patung ini adalah seperti patung besar seperti monumen.

"Ini patung manekin saja. Kaya patung Pak Jokowi naik sepeda di beberapa bandara," kata Guntur saat dikonfirmasi pada Selasa (9/10/2018).

Menurut dia, ide ini sendiri muncul dari masyarakat di daerah perbatasan tersebut. Desa Tulakadi, kata dia, memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Letaknya juga strategis, berada di jalur utama dari Atambua ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, salah satu pintu masuk terbesar wisatawan dan masyarakat dari Timor Leste.

"Makanya, masyarakat Desa Tulakadi sejak setahun terakhir dengan semangat membangun desanya untuk menjadi salah satu destinasi wisata," ungkapnya.

Saat ini, masyarakat yang juga didukung kepala desa, telah berdiri sejumlah spot-spot 'instagrammable' yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto. Latarnya, keindahan alam di daerah tersebut.

Selain itu, Desa Tulakadi juga punya satu daya tarik besar. Yakni keberadaan Pohon Asam besar dan rindang, yang oleh warga setempat disebut sebagai Pohon Asam Jokowi. 

Nama tersebut sengaja diberikan oleh masyarakat untuk menghormati dan mengenang kehadiran Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan PLBN Motaain pada 20 Desember 2014 silam.

"Di sana, masyarakat bersama TNI di perbatasan membuat satu monumen kecil, berupa susunan batu dengan bentuk tempat duduk dan memberi nama pohon asam itu sebagai pohon asam Jokowi," katanya.

Warga juga berkeinginan untuk membangun sebuah patung gambar Presiden Jokowi. Inilah yang kemudian disampaikan ke Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Guntur mengatakan, Menteri Pariwisata yang melihat langsung potensi dan mendengar berbagai ide kreatifitas masyarakat Desa Tulakadi menyambut baik ide-ide yang disampaikan.

"Termasuk ide membangun gambar patung Jokowi dekat dengan pohon asam Jokowi," ungkapnya.

Khusus untuk ide gambar patung Jokowi, Guntur mengatakan, Menteri Arief Yahya menyampaikan bisa dibuat seperti patung manekin seperti yang ada di beberapa terminal bandara, sebagai spot foto.

"Ini tentu jadi pariwisata baru sehingga perlu kreativitas dari masyarakat, jadi bukan Kemenpar yang akan membangun patung," ujar Guntur.

"Kita mendukung ide kreatif dari masyarakat setempat, apalagi, Pak Presiden sudah pernah ke sini sehingga itu kesempatan untuk menjadikannya sebagai ikon baru," sambunya kembali.

Sebelumnya  Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai, pembuatan patung Jokowi di wilayah tapal batas di NTT tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat kepada Presiden ke-7 tersebut.

"Ini yang kemudian rakyat mengapresiasi secara jujur kepemimpinan Pak Jokowi yang hadit di tengah-tengah mereka," ujar Hasto di kantor DPP PDIP belum lama ini.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID