logo rilis

Budi Luhur untuk Umat Manusia
Kontributor
RILIS.ID
30 Maret 2019, 09:19 WIB
Budi Luhur untuk Umat Manusia
ILUSTRASI: RILIS.ID

KAMPUS Budi Luhur berlokasi Jakarta Selatan perbatasan kota Tangerang ini memasuki usia kepala empat. Kampus yang identik 'biru' tersebut tak hanya menciptakan mahasiswa cerdas saja namun juga mencetak manusia Berbudi Luhur. 

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof.Dr.sc.agr. Didik Sulistyanto, optimistis kampusnya mampu menyebarkan nilai-nilai kebudiluhuran baik tingkat nasional maupun internasional. Lalu seperti apa mahasiswa Budi Luhur? Bagaimana cara kampus tersebut menerapkan nilai-nilai Budi Luhur? Berikut ini petikan wawancara rilis.id dengan Prof. Didik di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Jumat (23/3/2019). 

Terima kasih, prof atas waktu dan kesempatannya. Langsung saja prof, sebenarnya apa perbedaan kampus Budi Luhur dengan kampus lain?
Jadi kita ada mata kuliah Wawasan Budi Luhur dan Aplikasi Budi Luhur semuanya dua mata kuliah itu 2 SKS. Mata kuliah ini diwajibkan untuk mahasiswa. Dan ada satu lagi sesuai dengan SK rektor setiap mata kuliah 144 SKS juga ada unsur kebudiluhuran. Dengan setiap mata kuliah ada unsur kebudiluhuran maka mahasiswa terbiasa dari semester 1 sampai semseter 8 dipelajari secara tuntas dan bentuk kigiatannya ada di KKN itu soft skill. Sehingga nilai kebudiluhuran muncul di masyarakat untuk itu kita ada perbedaan dengan kampus lain yang enggak punya. Dengan nilai-nilai kebudiluhran. Nah ini yang membedakan nilai-nilai kebudiluhuran dengan kampus lain. Untuk itu kurikulum penting supaya menciptakan manusia cerdas dan berbudi luhur melalui kurikulum ada mata kuliah yang mengandung nilai kebudiluhuran. Itu yang kami lakukan.

Bisa beri contoh penerapan Budi Luhur di kampus?
Contoh mata kuliah ekonomi. Contoh mata kuliah makro mikro itu ada nilai kebudiluhuran. Ekonomi itu mendasar lalu Budi Luhur masuk. Ekonomi masuk lingkungan nilai kebudiluhuran agar tidak korupsi dan menyimpang sehingga masuk nilai kebudiluhurannya. Jadi menciptakan manusia yang taat aturan, menciptakan manusia yang tidak korupsi, menciptakan manusia sesuai aturan-aturan nilai ekonomi di dalamnya. Itu yang dilakukan.

Apa goal-nya lulusan Budi Luhur untuk masyarakat?
Mahasiswa Budi Luhur itu yang tahu steakholder-nya dan penggunaannya. Begitu dia bekerja, ini beda dengan lulusan lainnya contohnya, anak-anak kami taat waktu (on time) jam 7 pagi masuk, pulangnya jam 4. Artinya, sudah selesai kerja jam 4 pulang, kalau Budi Luhur tidak. Dia akan lembur sesuai targetnya. Artinya nilai kebudiluhuran muncul, dia tanggung jawab. Nilai tanggung jawab salah satu nilai kebudiluhuran. Jujur dia bertanggung jawab, tidak korupsi, patuh, taat pimpinan dan cinta kasih. Siapa yang bisa mengatakan, itu steakholder masing tempat bekerja bukan mahasiswa tapi penggunannya.

Universitas Budi Luhur. FOTO: Istimewa

Bagaimana mahasiswa mengimplementasikan Budi Luhur dalam jangka pendek dan panjang?
Kita ada 16 ribu mahasiswa setiap tahun kita ada 3 ribu mahasiswa wisuda. Dengan 3 ribu mahasiswa wisuda, harapannya bisa diserap di dunia kerja 75 persen sampai 80 persen. Inilah harapannya menerapkan nilai kebudiluhuran dan ini harapannya mereka menerapkan nilai kebudiluhuran. Dan ini terbukti pada saat akreditasi Budi Luhur kita B (gemuk) dan B (plus), itu asesor menilai alumni Budi Luhur menerapkan nilai kebudiluhuran muncul. Perusahaan-perusahan mengatakan suka merekrut alumni Budi Luhur. Kenapa? Berbeda dengan kampus lain, karena Budi Luhur taat hukum dan kepedulian tinggi dilihat kinerjanya seperti ditunjukan gajinya, kinerjanya dan optimisme lainnya. Artinya, kita selama S-1 siap bekerja dan masyarakat melihat bahwa lulusan Budi Luhur sukses membangun manusia Berbudi Luhur. 

Apa target bagi kampus Budi Luhur kedepannya?
Kalau lihat pola kedepan, dalam fase 4.0 Revolusi dalam aktivitas sosial. IT ini sebagai tulang punggung, aspek kehidupan dengan IT ini sesuai aspek kebudiluhuran. Cita-cita dan visi-misi Budi Luhur berbasis IT, otomatis mahasiswa Budi Luhur di bidang IT di dunia kerja sudah cukup tinggi. Kita sudah menyiapkan di Den Haag (Belanda) yang di mana Eropa membutuhkan IT.

Apakah nilai-nilai kebudiluhuran ini juga akan go internasional?
Tahun ini kita berusaha menggandeng dari ASEAN ada Malaysia, Thailand dan Filipina untuk KKN (kuliah, kerja, nyata) di Budi Luhur. Budi Luhur koordinatornya untuk mengantisipasi, kita berharap negara lain juga mengimplementasikan nilai kebudiluhuran. Ini kita hasilkan tidak hanya di Indonesia tapi juga ASEAN dan internasional. Akhirnya mendunia, artinya Budi Luhur ini bukan punya umat Islam, bukan punya umat Nasaroh, bukan punya umat Katolik dan bukan punya Budha dan Hindu tapi punya umat manusia.

Apa harapan kampus Budi Luhur yang beranjak usianya ke-40 tahun?
Harapan kedepan, dikatakan yayasan bahwa Budi Luhur punya semua. Visi kami mencerdaskan umat berbasis IT, menciptakan teknologi, meciptakan keuangan dan masyarakat sejahtera dengan nilai-nilai kebudiluhuran kami.    

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID