logo rilis
BTN Tawarkan Kredit Pendidikan dengan Bunga Rendah
Kontributor
Intan Nirmala Sari
10 April 2018, 23:05 WIB
BTN Tawarkan Kredit Pendidikan dengan Bunga Rendah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meluncurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan plafon hingga Rp200 juta dan bunga 6,5 persen flat selama lima tahun.

Pinjaman tersebut, diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Langkah strategis ini, juga digelar untuk mencapai target penyaluran kredit perseroan pada 2018.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, saat ini masyarakat tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer. Namun, pendidikan juga mulai dilirik dan menempatkannya sebagai kebutuhan dasar. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pendidikan tersebut masih terhalang masalah ekonomi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017, hanya 8,15 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang Perguruan Tinggi (PT). BPS juga merekam adanya ketimpangan pendidikan yang sangat besar di mana persentase penduduk 15 tahun ke atas, dengan ekonomi teratas yang menamatkan perguruan tinggi lebih besar 17 kali lipat, dibanding kelompok yang sama pada tingkat ekonomi terbawah.

“Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia," jelas Maryono dalam peluncuran Kredit Pendidikan BTN di Gedung Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya akan menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN. Saat ini, ada 23 PT yang telah siap untuk menandatangani kerja sama.
"Ke depannya, kami juga akan terus bermitra dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga Februari 2018, Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sekitar Rp197 triliun. Posisi tersebut tercatat naik sekitar 19 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp166,08 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)