logo rilis
BRTI: Rekonsiliasi Pelanggan Prabayar Capai 254 Juta
Kontributor
Kurniati
18 Mei 2018, 01:47 WIB
BRTI: Rekonsiliasi Pelanggan Prabayar Capai 254 Juta
Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Ahmad M. Ramli. FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mencatat nomor pelanggan seluler prabayar, yang teregistrasi ulang dan baru hasil rekonsiliasi sampai akhir batas 30 April 2018 sebanyak 254.792.159 nomor.

"Rekonsiliasi dilakukan dengan menghitung data registrasi (hits), pada sistem data kependudukan Ditjen Dukcapil dan data registrasi nomor pelanggan pada masing-masing operator," kata Ketua BRTI, Ahmad M Ramli, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Angka tersebut, kata Ahmad, menunjukkan angka yang ideal apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 262 juta jiwa dan pengguna internet yang berjumlah 143 juta.

"Angka ini merupakan hasil akhir yang disetujui Ditjen PPI Kominfo, BRTI, Ditjen Dukcapil dan para operator setelah adanya proses pencocokan dan pemblokiran nomor-nomor yang tidak melakukan registrasi ulang atau yang diregistrasi secara tidak benar, atau tanpa hak," tutur Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo ini.

Ahmad Ramli menegaskan, dengan ditetapkannya angka hasil rekonsiliasi itu, seluruh program registrasi ulang telah selesai dilaksanakan dan registrasi kartu pelanggan selanjutnya berjalan seperti biasa berupa registrasi kartu pelanggan baru.

Pihaknya, mengapresiasi pelanggan yang telah melakukan registrasi ulang secara benar dan berhak.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys mengatakan, angka rekonsiliasi merupakan angka riil nomor pelanggan sesungguhnya.

Secara logika dan praktik, kata Merza, angka tersebut menunjukan dan merefleksikan pengguna nomor seluler di Tanah Air.

"Ke depan pola bisnis operator akan lebih mendorong penjualan voucher fisik isi ulang yang bisa dipasarkan melalui gerai dan outlet," ucap dia.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)