logo rilis
Brigjen Aris Budiman Marah-marah, Komisi III Diminta Panggil KPK
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
07 April 2018, 14:19 WIB
Brigjen Aris Budiman Marah-marah, Komisi III Diminta Panggil KPK
Direktur Penyidikan KPK Brigjen (Pol) Aris Budiman. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Pancasila, Jakarta, Muhammad Rullyandi, meminta Komisi III DPR segera memanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu lantaran polemik terkait Direktur Penyidikan KPK Brigjen (Pol) Aris Budiman yang marah-marah dan mengaku kecewa dengan beberapa pihak di lembaga antirasuah tersebut.

"Ini sebetulnya Komisi III DPR yang membidangi bagian hukum itu harus memanggil KPK," kata Rullyandi kepada rilis.id, Sabtu (7/4/2018).

Rullyandi mengatakan, polemik yang terjadi di KPK harus segera bisa diselesaikan. Karena hal itu menandakan bahwa KPK tak mampu menyelesaikan permasalahan internalnya sendiri.

"Sehingga, terjadi polemik di masyarakat. Kalau penegakan hukum tidak berimbang dan proporsional maka kepercayaan masyarakat atas integritas KPK itu dipertanyakan," ujarnya.

Dia menegaskan, tak ada satu pun lembaga negara di Indonesia yang kewenangannya absolut, termasuk KPK. Untuk itu, harus dilakukan penyelidikan apa sebenarnya yang terjadi pada institusi KPK tersebut.

"Tidak ada lembaga yang kekuasaannya itu absolut dan tidak bisa disentuh lembaga-lembaga lain," tegasnya.

Sebelumnya, Aris Budiman marah-marah dan mengaku kecewa terhadap beberapa pihak di KPK. Aris mengaku kesal lantaran dianggap sebagai 'kuda troya' di internal lembaga tersebut. Kuda troya diketahui merupakan istilah musuh dalam selimut. 

"Di dalam KPK dikembangkan seolah-olah saya ini seperti kuda troya. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," paparnya.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)