logo rilis
BPTP Kalteng Dorong Pendaftaran Varietas Padi Lokal Bartim dan Barut
Kontributor
Elvi R
19 Oktober 2019, 14:28 WIB
BPTP Kalteng Dorong Pendaftaran Varietas Padi Lokal Bartim dan Barut
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kekayaan hayati di wilayah Barito Kalimantan Tengah sangat beragam dan luas. Salah satu keragaman hayati yang dimiliki adalah keragaman padi lokal. Keragaman padi lokal wilayah Barito menyebar dari agroekosistem lahan kering sampai agroekosiatem lahan basah atau lahan Pasang surut. Sebagai tindaklajut dari kerja sama Kajian Produk Unggulan Daerah dan pendaftaran Varietas Lokal Padi Kabupaten Barito Timur (Bartim), Tim Sumberdaya Genetik (SDG) BPTP Kalteng DR. Susilawati dan DR. Twenty Liana melakukukan kegiatan karakterisasi dan survey keragaman hayati padi di wilayah Barito (17/10/2019)

Menurut mereka, Inventarisasi padi-padi lokal sangatlah penting, selain menjadi identitas suatu wilayah, juga menjadi penciri sistem ekologi suatu wilayah. Pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Daerah Barito Timur dan Barito Utara (Barut), sejak 2018 telah melakukan kerjasama dengan BPTP Kalteng untuk melakukan inventarisasi berupa pengakarakteran morfologi padi-padi lokal.

"Terdapat 10 padi lokal yang sudah dikarakter oleh Tim SDG dan didorong untuk didaftarkan, diantaranya Siam Busu, Siam Sarai, Tampeko, Palui, Palui Gunung, dan Bayar Pahit merupakan padi-padi lokal yang akan diusulkan untuk didaftarkan oleh pemerintah daerah Bartim, dan Talun Koyem, Talun Setia, Raden Pahit dan Longkong dari Barut," ungkapnya

Sementara itu Pemerintah daerah Bartim dan Barut melalui Bappedalitbang dan Dinas Pertanian setempat, menyatakan bahwa kerjasama dengan BPTP Kalteng tidak hanya pada karakterisasi tanaman saja tetapi juga mengawal padi-padi tersebut menuju proses pelepasan varietas.

DR. Susilawati sebagai penanggung jawab kegiatan SDG menyambut baik kerja sama dengan kedua kabupaten ini, selanjutnya diharapkan kedua kabupaten ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten lainnya untuk mendorong mendaftarkan varietas lokalnya.

Sumber: Dedy Irwandi/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID