logo rilis
BPTP Jateng Kembangkan Benih Sumber Kedelai Biosoy
Kontributor
Elvi R
15 Agustus 2020, 17:40 WIB
BPTP Jateng Kembangkan Benih Sumber Kedelai Biosoy
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pada 2020, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jawa Tengah (Jateng) mendapatkan tugas memproduksi benih sumber kedelai varietas Biosoy. Benih yang diprodukai sebanyak 64,8 ton, meliputi benih dasar (Foundation Seed/FS) sebanyak 6 ton dan benih pokok (Stock Seed/SS) 58,8 ton dalam lahan seluas 54 hektare (ha).

Saat mengawali kegiatan ini, tim perbenihan kedelai BPTP Jateng berkoordinasi dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Prov. Jateng di Tegalgondo, Sukoharjo. Produksi benih sumber kedelai kelas benih penjenis (Breeder seed/BS) ke ke FS akan dilakukan pada musim tanam (MT) II di Kabupaten Grobogan.

Benih sumber kedelai kelas BS berasal dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genentik Pertanian (BB Biogen) sebanyak 300 kg (5 ha) yang ditanam pada awal Maret 2020. Karena memproduksi benih kelas FS, maka proses sertifikasi terkait pemeriksaan lapang dilakukan oleh BPSB Prov. Jateng.

Selanjutnya produksi benih sumber kedelai kelas SS yang dilakukan di Kabupaten Pati pada Juni 2020. Proses sertifikasi terkait pemeriksaan lapang dilakukan oleh POS PBT Wilayah Pati. Prosesing calon benih menjadi benih dilakukan melalui kerjasama dengan produsen benih kedelai. Hasil produksi benih sumber kedelai kelas FS prioritas untuk digunakan sebagai benih sumber untuk memproduksi benih kelas SS.

Kedelai varietas Biosoy merupakan varietas unggul baru rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Varietas ini memiliki keunggulan ukuran biji yang besar, potensi produktivitas tinggi, dan umur panen 84 hari setelah panen (HST).

Di desa Nambuhan, Kec.Purwodadi, Kab. Grobogan, BPTP Jateng bersama BPSB Prov. Jateng, poktan kooperator dan produsen benih Trimitra Kab. Grobogan, dimulai kegiatan perbenihan kedelai Biosoy-1. Pada awal Juni, dari blok 1 seluas 3 ha dari 12 petani kooperator sudah dinyatakan lulus pemeriksaan lapang fase menjelang panen oleh BPSB Prov. Jateng. Bahkan pertanaman dari 6 petani sudah dipanen.

Hasil panen ini merupakan calon benih yang akan disertifikasi sebagai benih kelas FS. Hasil benih FS yang tersertifikasi oleh BPSB inilah yang ditanam di Pati untuk diproduksi sebagai benih kelas SS di musim tanam musim hujan (MH I).

Tim perbenihan kedelai BPTP Jateng bekerjasama dengan petani penangkar di Desa Jatiroto Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Di Kecamatan Kayen, berlanjut kegiatan produksi benih sumber kedelai varietas biosoy kelas SS seluas 24 ha. Luasan 20 ha di Desa Kayen yang saat ini sekitar umur 15 HST dan 4 ha di Desa Jatiroto berumur sekitar 45 HST, yang disertifikasi oleh CV Tani Utama.

Pada 10 Agustus 2020, Tim Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Dirkabi) turun lapang kembali untuk diskusi lebih komprehensif dengan petani, petani penangkar, dan tim perbenihan kedelai biosoy BPTP Jateng. Kegiatan ini untuk mengumpulkan dokumentasi, pembuatan materi diseminasi terkait pengembangan kedelai biosoy dari hulu hingga hilir, dan untuk mendukung kegiatan korporasi petani.

Cerita Biosoy tidak hanya di Grobogan dan Pati. Ketekunan dan usaha keras membawa seorang menuju tangga kesuksesan. Salah satunya, Suryanto Ketua Kelompok Tani Sumber Agung Desa Pakisan Kecamatan Cawas, Kab. Klaten.

Dibawah bimbingan dan arahan BPTP Jawa Tengah, petani kedelai ini pada 2014-2016 berjuang dari bawah untuk menyukseskan kegiatan kedelai dengan baik sekaligus meneruskan kegiatan tersebut secara mandiri. Saat ini untuk ukuran petani kedelai sudah sangat sukses bahkan sudah menjadi produsen benih dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Pertemuan antara Suryanto dengan penanggung jawab kegiatan kedelai Joko Triastono kembali berulang di kegiatan pertanaman kedelai varietas Biosoy dengan luasan 30 ha dan jumlah benih yang ditanam mencapai 1,5 ton.

Saat ini baru sebagian petani yang menanam kedelai, karena Biosoy adalah varietas baru unggulan Balitbangtan. Secara umum daya tumbuh di lapang mencapai 90 persen serta tidak ditemukan penyakit layu bakteri/jamur. Benih pun sudah disertifikasi oleh CV. Sujinah.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID