logo rilis
BPTP dan Pemkab BM Dorong Peningkatan Kapasitas Penyuluhan
Kontributor
Elvi R
27 April 2018, 09:46 WIB
BPTP dan Pemkab BM Dorong Peningkatan Kapasitas Penyuluhan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Aceh— Untuk memajukan sektor pertanian disegala bidang, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) Aceh dan Pemkab Bener Meriah (BM) bekerja sama guna mendorong peningkatan kapasitas penyuluhan.

"Hal ini penting agar penyuluh  mampu mengemban tugas  pendampingan program pemerintah", ungkap Wakil Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Syarkawi  dihadapan 124 penyuluh se kabupaten Bener Meriah berlangsung di aula KP Gayo BPTP Balitbangtan Aceh, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Kabag dan Kasi Penyuluhan Kab.Bener Meriah serta Penanggungjawab KP Gayo.

Lebih lanjut, dijelaskan, selain konsep, penyuluh juga mengutamakan layanan maksimal, mampu meningkatkan taraf hidup, pendapatan dan kesejahteraan petani. Tahun ini katanya kabupaten Bener Meriah mendapat satu juta lebih  bibit kopi  untuk petan, untuk itu perlu dikawal bersama sama agar tepat sasaran.

Menurutnya, salah satu program pemda tahun ini sekitar 12 ribu petani akan mendapat Kartu Petani Mulya (KPM) untuk memotivasi petani dalam peningkatan wawasan dan pola pikir yang maju dan mandiri. "Penyuluh sebagai unjuk tombak dalam pembangunan pertanian harus mampu menyiapkan aktualisasi diri,  dalam menghadapi masalah dan tantangan  petani di lapangan", timpalnya.

Ditambahkan, penyuluh perlu mendapat bimbingan teknis sebelum terjun di lapangan, kemitraan dan kerjasama sangat diharapkan dalam menunjang perubahan prilaku petani yang mau dan mampu mensejahterakan dirinya dan keluarganya.

Sementara Kepala BPTP Balitbangtan-Aceh, Ir. M. Ferizal MSc, melalui Kasi KSPP, Abdul Azis memberi apresiasi dan merasa kagum serta bangga atas kerja sama Pemkab Bener Meriah yang telah berinisiatif membangun komumikasi dengan pihaknya melalui penyebarluasan inovasi teknologi pertanian, khususnya terkait perbenihan kopi.

Pihaknya mulai 2017 telah memperkenalkan teknologi perbenihan Pepaya, Kelapa serta Kopi di Aceh, dan hasilnya sangat menggembirakan. Menurutnya, dengan adanya benih, petani dan generasi muda dapat menghasilkan ketiga komoditi tersebut dalam menjamin  ketersediaan bibit unggul. "Bahkan dengan adanya bibit unggul petani bisa menikmati hasil dan menghemat biaya bibit", ungkapnya.

Fathan Muhammad Taufik penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Tengah turut memberikan materi bagaimana menjadi penyuluh pertanian 'Zaman Now', bagaimana seorang penyuluh memiliki semangat profesionalisme. Di dalam penyuluhan  selain memiliki disiplin, keteladanan dalam dirinya dan mengembangkan profesinya sehingga mau dan mampu melakukan penelitian/ kajian ilmiah sesuai spesifik lokasi binaannya.

Fathan menambahkan, ciri penyuluh pertanian yang professional adalah bekerja dengan ikhlas yaitu mampu mengakses informasi, menghasilkan karya bermanfaat, membuat konsep penyuluhan secara sistematis, membuat terobosan baru dalam bidang pertanian dan mengadopsi inovasi teknologi yang memberikan solusi dari berbagai masalah yang di hadapi petani. 

"Media dalam mengembagkan profesi penyuluhan pertanian diantaranya melalui media sosial, media online dan cetak, laman, jurnal dan buletin penyuluhan pertanian," pungkasnya.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)