logo rilis
BPTP Banten Kenalkan Padi Lahan Kering Inpago 8 dan 11, Langsung Disukai Petani
Kontributor
Elvi R
11 Desember 2018, 15:00 WIB
BPTP Banten Kenalkan Padi Lahan Kering Inpago 8 dan 11, Langsung Disukai Petani
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Bertempat di Kec. Panggarangan Kab. Lebak pada Hari Kamis (6/12/2018), BPTP Banten menyelenggarakan Temu Lapang Kegiatan Peningkatan Produksi Padi Gogo melalui Teknologi Largo (Larikan Gogo) Super.  Temu Lapang dimaksudkan untuk memperkenalkan teknologi Largo Super kepada petani, sekaligus menjaring umpan balik teknologi dan preferensi petani terhadap varietas. 

Pada kegiatan ini juga diperkenalkan 5 varietas padi gogo, yaitu Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 dan Inpago 12.

Acara Temu Lapang dihadiri sejumlah pejabat setempat dan Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Pandeglang serta 60 orang peserta  terdiri atas petani, penyuluh, Mantri Tani Desa (MTD), tokoh masyarakat serta peneliti BPTP Banten. 

Dalam sambutannya, Sekdes Hendi Wijaya yang mewakili Kades Sukajadi mengapresiasi kegiatan BPTP Banten. "Saya mengapresiasi dan berterima kasih untuk pelaksanaan kegiatan Largo Super mengingat mayoritas penduduk Desa Sukajadi adalah petani dan 70 persen merupakan lahan persawahan, Varietas inpago menjadi terobosan untuk masalah lahan tadah hujan" jelas Hendi. Selanjutnya Hendi mengharapkan agar  BPTP Banten dapat mendampingi dan senantiasa memberikan kegiatan-kegiatan baru. 

Kepala BPTP Banten Dr. Sudi Mardianto, M.Si menyampaikan tentang pentingnya uji preferensi.

"Hasil uji preferensi yang dilakukan pada tanaman display Varietas Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, dan Inpago 12 pada umur 10 minggu dan preferensi gabah, beras dan nasi merupakan sumber informasi bagi kami untuk penyediaan teknologi" ucap Dr. Sudi.

Selanjutnya Dr. Sudi menyampaikan bahwa Kegiatan Largo Super di Kec. Panggarangan menunjukkan performa tanaman yg bagus dan diharapkan petani dapat merawat hingga saat panen tiba. Kegiatan Largo Super ini juga dilaksanakan di Provinsi lain seperti Jawa Tengah, DI Yogja, Bengkulu,Sumatera Selatan dan Lampung. 

Dr Andy Saryoko,  peneliti BPTP Banten menggariskan bahwa Teknologi Largo Super ini baru pertama kali dilaksanakan di Banten. "Teknologi ini merupakan yang pertama kali di Banten dan teknologi ini memberikan peluang untuk melakukan budidaya padi pada musim kemarau dengan penggunaan air yang minimum karena menggunakan varietas padi toleran kekeringan" terang Dr. Andy.

Berdasarkan hasil uji preferensi petani terhadap varietas, dari 5 varietas yang diperkenalkan, Inpago 11 lebih disukai dari karakter keragaan tanaman. Sementara itu, Inpago 8 terpilih menjadi varietas yang disukai dari karakter kulitas gabah, beras dan rasa nasi. Untuk itu, Dr Andy mengutarakan bahwa hasil tersebut dapat dijadikan dasar rekomendasi ke depan, pengembangan varietas akan  diarahkan pada varietas Inpago 8 dan Inpago 11. 

Sumber: Rukmini/Balitbangtab




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID