logo rilis
BPTP Banten Gelar Bimtek Ayam KUB di Kampung Hijra
Kontributor
Elvi R
09 Maret 2019, 10:08 WIB
BPTP Banten Gelar Bimtek Ayam KUB di Kampung Hijra
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Banten— Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten Dr. Ir. Sudi Mardianto, M.Si mengatakan, ayam KUB merupakan ternak istimewa, hal ini karena telurnya yang berlimpah. 

"Ayam KUB istimewa karena  produksi telurnya melebihi dari ayam biasa" ucapnya dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Pemeliharaan Ayam KUB di Kampung Hijra Desa Margagiri Kec. Pagelaran Kab. Pandeglang, Banten.

Kampung Hijra adalah kampung yang akan diwujudkan menjadi kampung hijau sejahtera oleh OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja.

Sudi menjelaskan, ayam KUB adalah Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB) yang merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik. Oleh karenanya memiliki hasil produk telur lebih banyak.

Bimtek Teknologi Pemeliharaan Ayam KUB di Desa Margagiri dilakukan terhadap 75 peserta terdiri dari ibu-ibu anggota dua Kelompok Wanita Tani (KWT), yaitu KWT Lestari Maju dan KWT Mutiara Tani dalam rangka memberikan pembekalan teknologi pemeliharaan Ayam KUB sebelum ayam tersebut didatangkan di lokasi.

Di Desa tersebut, BPTP Banten mengucurkan bantuan sebanyak 1.000 ekor Ayam KUB umur 2 minggu. Setiap RW akan mendapatkan 200 ekor Ayam KUB untuk selanjutnya dikembangkan secara meluas di lingkungan warga. BPTP Banten akan memberikan bantuan pakan selama 2 bulan dan selanjutnya diharapkan masyarakat dapat mandiri dalam penyediaan pakan antara lain dengan memanfaatkan pakan yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat.

"Ayam KUB memiliki  kemampuan produksi telur yang lebih banyak dibanding ayam kampung biasa, pertumbuhannya lebih cepat, dan rasa daging ayam KUB gurih" ungkap Dewi Haryani, SPi, M.Si narasumber Bimtek dari BPTP Banten.

Kemampuan produksi telur Ayam KUB mencapai mencapai 160-180 butir per ekor per tahun.  Keunggulan lain yang dimiliki adalah masa mengeram berkurang hingga tinggal 10 persen, sehingga ayam cepat bertelur kembali.

Pokok-pokok materi yang disampaikan dalam Bimtek tersebut adalah penyediaan kebutuhan pakan sesuai umur, pemeliharaan ayam  sistem intensif,  pemberian vaksinasi yang disesuaikan dengan umur ayam, pemeliharaan pada masa pertumbuhan, formulasi ransum, pengendalian penyakit, dan analisis pendapatan perhari untk pemeliharaan 1000 ekor petelur.

"Ibu-ibu sangat senang dengan acara ini karena memberikan kegiatan baru bagi ibu-ibu rumah tangga, menambah pengetahuan dan keterampilan serta kedepannya apabila hasilnya lebih dari kebutuhan keluarga maka dapat dijual sehingga menambah pendapatan keluarga" terang Iyat, Sekretaris KWT Mutiara Tani.

Sementara itu Dinas Pertanian Kab. Pandeglang menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Bimtek dan bantuan ayam tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada BPTP Banten karena kegiatan ini  membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat" ucap drh. Dyah Lukitaningsih selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kab. Pandeglang.  Lebih lanjut disampaikan bahwa pihaknya siap melanjutkan pembinaan kepada masyarakat agar kegiatan ini berkesinambungan.

Di akhir acara, BPTP Banten juga  membagikan benih cabai dan tomat kepada semua peserta Bimtek untuk ditanam di masing-masing pekarangan warga.

Sumber: BPTP Banten/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID