logo rilis

BPTP Balitbangtan Sumsel Lestarikan Plasma Nutfah Itik Pegagan
Kontributor
Elvi R
27 Mei 2018, 13:15 WIB
BPTP Balitbangtan Sumsel Lestarikan Plasma Nutfah Itik Pegagan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Ogan Ilir— Itik Pegagan Itik Pegagan adalah salah satu jenis itik lokal yang memiliki habitat asli dan berkembang pesat di daerah rawa. Itik Pegagan banyak dipelihara oleh suku Pegagan yang bermukim di daerah rawa lebak di Kabupaten Ogan Ilir. Sebagai salah satu plasma nutfah lokal di Sumatera Selatan, Itik pegagan  memiliki keunggulan dibanding beberapa jenis itik lainnya dilihat dari berat telur dan badannya.

Usaha  yang dilakukan oleh BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Ilir untuk mempertahankan itik Pegagan sebagai salah satu potensi unggulan daerah ini dilakukan dengan membina petani lokal mengikuti pola inti plasma. Usaha ini dapat dilakukan dimasyarakat dengan menselaraskan antara inovasi teknologi dengan inovasi kelembagaan. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kotadaro II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir, pada Kelompok Tani Harapan Maju III sebagai kelompok pelaksana pembibitan itik.

Inovasi teknologi yang diperkenalkan kepada peternak adalah dengan mengoptimalkan pakan lokal yang tersedia dilahan rawa sebagai pakan itik dengan memperhitungkan kandungan nutrisi dan komposisi sesuai kebutuhan itik. Bahan pakan yang dapat digunakan meliputi sirih air, ganggang air, keong mas dan dedak padi. Peternak juga diperkenalkan program vaksinasi serta manajemen kesehatan ternak. Dalam pengembangan populasi, peternak dilatih juga cara melakukan penetasan telur menggunakan telur tetas. Usaha pembibitan itik Pegagan ini dilakukan mengikuti pola kemitraan inti-plasma.

Pak Sarnubi yang juga sebagai ketua kelompok sebagai usaha inti merupakan sumber bibit (DOD) untuk didistribusikan ke anggota kelompoknya sebagai plasma. Usaha inti berperan melakukan kegiatan teknis produksi pada pembibitan yang meliputi: seleksi induk, perkawinan, seleksi telur tetas, penetasan dan distribusi DOD hasil penetasan dari populasi dasar. Usaha inti inipun bersama ketua gapoktan melakukan bimbingan kepada anggota (plasma) dalam pengembangan ternak itik.

Ketentuan yang sudah disepakati antara inti dengan plasma yakni, usaha ini mendistribusikan DOD ke anggotanya (plasma) minimal 20 ekor/orang. Dalam waktu paling lama 6 bulan, anggota tadi mengembalikan telur ke inti sebanyak 50 butir (atau 2,5 kali lipat, dengan asumsi telur tidak semuanya menetas dan untuk pengembangan usaha). Dari 50 butir telur tersebut, separuhnya dijual untuk kas kelompok dan separuhnya lagi dikumpulkan dan dikembangkan kembali oleh inti menjadi DOD yang akan diiserahkan ke anggota lain. Anggota yang mendapat DOD wajib membudidayakan, membesarkan itik yang diperoleh dari usaha inti.

Kepala BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan Dr. Priatna Sasmita menyampaikan, dari hasil kegiatan yang telah dilakukan dua tahun terakhir, telah diperoleh hasil yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam melakukan formulasi pakan, keterampilan penggunaan mesin tetas serta peningkatan populasi itik Pegagan. Dari satu kelompok yang didampingi oleh BPTP Balitbangtan Sumsel, saat ini sudah memberikan 520  ekor itik kepada seluruh anggota kelompok harapan Maju III dan telah dikembangkan juga dianggota Gapoktan Maju Bersama dengan lebih dari 1000 ekor itik Pegagan yang siap dijadikan sebagai  sumber bibit.

Perhatian dan dukungan Bupati Ogan ilir, H.M Ilyas Panji Alam SE, SH, MM terhadap upaya pelestarian Itik Pegagan cukup besar. Hal itu disampaikan kepada tim pengkaji BPTP Balitbangtan Sumsel yang diketuai drh. Aulia Evi S, MSc dan Kepala Dinas Perikanan, Tarmuji, SP.  beserta jajarannya saat melakukan audiensi pada bulan April 2018 di rumah dinas Bupati. Beliau sangat mengharapkan Itik Pegagan dapat menjadi salah satu identitas Kabupaten Ogan Ilir khususnya dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.
 

Sumber: Aulia Evi S/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)