logo rilis

BPTP Balitbangtan Sultra Panen Bawang Putih Dataran Rendah
Kontributor

12 Oktober 2018, 23:59 WIB
BPTP Balitbangtan Sultra Panen Bawang Putih Dataran Rendah
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Permintaan terhadap komoditas bawang putih selalu mengalami peningkatan. Padahal, produksi bawang putih dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dalam mencukupi kebutuhan bawang putih pemerintah harus impor bawang putih dari luar negeri.

Di Indonesia, masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih adalah terbatasnya jumlah petani yang membudidayakan bawang putih, karena keterbatasan varietas bawang putih.

Saat ini, varietas yang tersedia hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi atau di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Buton berhasil memanen bawang putih pada dataran rendah atau di bawah 500 meter di atas permukaan laut.

Hal ini merupakan hal baru di Kabupaten Buton maupun di Sulawesi Tenggara yang selama ini belum pernah memanen bawang putih.

Dengan hasil tersebut, memberikan peluang untuk ekstensifikasi bawang putih dari dataran tinggi ke dataran rendah.

Produktivitas yang diperoleh dari penelitian ini adalah varietas Tawangmangu yang produktivitas 6,29 ton per hektare, disusul Lumbuh Hijau 3,60 ton per hektare dan Lumbuh Kuning 2,27 ton per hektare.

Dari hasil di atas, maka varietas yang dapat dikembangkan untuk wilayah Tuangila dan sekitarnya adalah bawang putih varietas Tawangmangu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton,  Ir. Dewangga, menyatakan varietas yang dapat dikembangkan di kabupaten itu adalah varietas tawangmangu.

Ini terlihat dari pertumbuhannya dan umbi yang lebih besar dari varietas lainnya.

Menurut peneliti BPTP Balitbangtan, Ir. Agussalim, MP, produktivitas tersebut  masih dapat ditingkatkan dengan melakukan modifikasi iklim mikro seperti penambahan pupuk organik, pemulsaan dan penggunaan penaung untuk menurunkan suhu tanah.

Sumber: Rusdin/BPTP Sultra




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID