logo rilis

​BPTP Bali Panen Perdana Padi Inpago 8 di Lahan Tadah Hujan
Kontributor

22 April 2018, 20:04 WIB
​BPTP Bali Panen Perdana Padi Inpago 8 di Lahan Tadah Hujan
Panen perdana padi Inpago 8 di Desa Tangun Titi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali, Kamis (19/4/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Tabanan— Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali berupaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi di lahan tadah hujan di "Pulau Dewata". Salah satu upayanya, membuat demplot seluas lima hektare di Subak Aseman IV, Desa Tangun Titi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, dan menggunakan Inpari Padi Gogo (Inpago) 8.

Lahan tersebut telah membuahkan hasil. Pada Kamis (19/4/2018) lalu, dilaksanakan panen perdana di lahan 0,4 hektare oleh petani, Kepala Balai Bersama Tim BPTP Bali, Koordinator BP3K Selemadeg, PPL Wilbin, petugas pengamat hama, pekaseh, serta anggota subak.

"Dengan adanya Inpago 8 ini, kami berharap, saat musim kering masih bisa menanam padi dengan hasil yang optimal," ujar Pekaseh Subak Aseman IV, Wayan Suka Artana, sela panen. Produktivitasnya diketahui mencapai 7,81 ton per hektare, mendekati potensi 8,1 ton per hektare.

Sawah tadah hujan merupakan lahan yang tak dapat diairi secara kontinu. Karenanya, pengairan sangat ditentukan curah hujan, sehingga risiko kekeringan kerap terjadi, terutama saat musim kemarau.

Inpago 8 sendiri, adalah varietas padi Inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) untuk ditanam di lahan kering. Varietas ini dilepas tahun 2011 dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Nomor 3163/Kpts/SR.120/7/2011.

Kata Suka Artana, hasil panen bakal digunakan sebagai benih untuk ditanam saat musim kering dua (MK-2) nanti. Luas lahan Subak Aseman IV mencapai 110 hektare dan beranggotakan 230 orang. Sampai kini, mereka terkendala masalah air saat MK-2.

Sementara itu, Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota subak atas kerja sama dan bantuannya selama kegiatan. Dia juga mengimbau penanggung jawab kegiatan, Dr. Delly Resiani (BPTP Bali), mengkaji bio silika pada padi Inpago 8, agar kasus rebahnya pertanaman padi dapat dikurangi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)