logo rilis
BPN Klaim Penghapusan UN Demi Masa Depan Anak Didik
Kontributor
Nailin In Saroh
18 Maret 2019, 12:20 WIB
BPN Klaim Penghapusan UN Demi Masa Depan Anak Didik
Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Nizar Zahro. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Nizar Zahro, mendukung penghapusan Ujian Nasional (UN) yang diutarakan Cawapres 02 Sandiaga Uno dalam sesi debat ketiga Pilpres 2019 semalam.

Menurutnya, UN selama ini hanya menjadi beban bagi anak-anak didik. Sebab, hasil UN menjadi faktor penentuan kelulusan setelah belajar bertahun-tahun.

"Tidak aneh jika sekolah menjelang kelulusan berubah menjadi bimbel. Anak difokuskan untuk pendalaman materi dan melakukan berkali-kali try out," ujar Nizar di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Ironisnya, lanjut Nizar, UN yang sudah menyusahkan anak didik ternyata belum diterima oleh perguruan tinggi sebagai dasar penerimaan mahasiswa baru. 

Melihat dampak UN tidak signifikan terhadap masa depan anak didik, kata Nizar, maka pantas jika UN dihapus. 

"Selanjutnya, bisa dilakukan pembimbingan bakat dan minat kepada anak didik. Cara ini bisa dilakukan dengan menggandeng pihak universitas dan dunia kerja," jelas anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan itu.

Selain itu, Nizar menambahkan, bagi anak yang ingin melanjutkan kejenjang perguruan tinggi, diberikan saluran komunikasi dengan perguruan tinggi yang dituju.

Komunikasi dijalin sedini mungkin agar jika masuk sudah ada perkenalan. Anak didik sudah menyiapkan pengetahuan yang diharapkan oleh perguruan tinggi tersebut.

"Jika anak didik ingin langsung bekerja atau berwirausaha, maka pihak sekolah bisa menyambungkannya ke pihak terkait agar keinginan anak didik dapat terwujud dengan mudah," pungkasnya.

Sementara, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai gagasan penghapusan Ujian Nasional (UN) yang disebutkan oleh Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat Pilpres 2019 semalam justru akan menimbulkan persoalan baru dalam dunia pendidikan.

Sebab menurut dia, tidak adanya UN justru akan membuat standar peserta didik di Indonesia menjadi sangat besar perbedaannya. 

"Kita sudah susah payah membangun sistem agar sumber daya nasional memiliki standar yang bisa di pertanggungjawabkan, ini malah Sandiaga menyodorkan konsep yang absurd yaitu berdasarkan penelusuran minat dan bakat," ujar Irma dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID