logo rilis
BPN: Kenapa KPK Tak Buka Barbuk Amplop Bowo?
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Maret 2019, 12:59 WIB
BPN: Kenapa KPK Tak Buka Barbuk Amplop Bowo?
84 Kardus uang barang bukti sitaan KPK dalam OTT salah satu kasus. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi kinerja KPK yang all out dalam menangani kasus korupsi.

Khususnya, pejabat yang berada dilingkaran kubu 01. Terakhir, KPK menangkap anggota DPR Komisi VI Bowo Sidik Pangarso dalam rangkaian OTT pada Rabu, (27/3/2019) kemarin. 

Namun Dahnil sedikit menyayangkan, lantaran Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan tidak membuka barang bukti berupa amplop saat menggelar konferensi pers. 

Padahal menurut Dahnil, publik berhak tahu. Terlebih uang yang dimasukkan dalam 84 kardus itu diduga berupa pecahan uang Rp20 ribuan dan Rp50 ribuan.

“Saya apresiasi OTT terhadap politisi Golkar, tapi bu Basaria kenapa tidak dibuka dan tunjukkan 400 ribu amplop-amplop yang berisi uang Rp20 ribuan dan Rp50 ribuan yang diduga ada cap jempolnya itu?” ujar Dahnil Anzar, Jumat (29/3).

Dahnil menerangkan setiap gelaran konferensi pers, KPK selalu membuka barang bukti agar diketahui publik. Namun mengapa kali ini Basaria justru melarang tim penyidik untuk membuka barang bukti itu.

“Kebiasaan KPK ketika konpres membuka barang bukti, kenapa Bu Basaria melarang membuka barang bukti termasuk 400 ribu amplop-amplop yang sudah ada kode-kode capres tertentu tersebut. Publik perlu tahu,” tukas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID