logo rilis

Kepala BPKAD Akui Terima Rp100 Juta dari Kadis Bina Marga Lamteng
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Mei 2018, 16:37 WIB
Kepala BPKAD Akui Terima Rp100 Juta dari Kadis Bina Marga Lamteng
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Tengah Madani mengakui pernah menerima uang Rp100 juta dari Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Taufik Rahman.

Hal itu dikatakan Madani saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (17/5/2018) dengan terdakwa Bupati nonaktif Lamteng, Mustafa.

"Iya, saya terima Rp100 juta untuk operasional. Saya terima di rumah," ujar Madani kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang tersebut dikatakannya sudah gunakan untuk membiayai kegiatan operasional, seperti transportasi dan penginapan. Ia mengaku tak tahu-menahu asal-usul uang itu

Ia menyampaikan, saat ini uang tersebut telah diserahkan kepada rekening KPK. Sementara itu, ia juga membenarkan adanya pertemuan di sebuah hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Dalam pertemuan itu dihadiri Mustafa, Sekretaris daerah Lamteng, dan sejumlah anggota DPRD Lamteng.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu Mustafa meminta agar para anggota DPRD membantu persetujuan peminjaman uang oleh Pemkab Lamtenga kepada PT SMI.

"Pada saat itu hanya kongko-kongko biasa. Pak Bupati minta dukungan. Bahasanya yang saya dengar seperti itu," kata Madani.

Diketahui dalam kasus ini, Mustafa didakwa menyuap sejumlah anggota DPRD Lamteng sebesar Rp9,6 miliar. Menurut jaksa, penyuapan itu dilakukan bersama-sama Kepala Dinas Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman.

Sejumlah anggota DPRD Lamteng periode 2014-2019 yang disebut menerima suap yakni, Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri. Kemudian, Bunyana dan Zainuddiin.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut bertujuan agar anggota DPRD tersebut memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah Kabupaten Lamteng kepada PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) sebesar Rp300 miliar pada tahun anggaran 2018.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)