Home » Peristiwa » Daerah

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan kepada Keluarga Pendamping Desa

print this page Selasa, 7/11/2017 | 19:18

Kornas MP BPJS Hery Susanto (kedua kiri) menyerahkan santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua kepada keluarga almarhum Nana Wijaya (kedua kanan) di kediamannya, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (7/11/2017). FOTO: Dok. pribadi

RILIS.ID, Cirebon— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan santunan jaminan kepada keluarga peserta, almarhum Nana L Wijaya (35), warga Desa Tegal Gubuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (7/11/2017). Santunan diberikan, karena almarhum yang bekerja sebagai pendamping desa sekaligus Anggota Masyarakat Peduli (MP) BPJS Cirebon, meninggal akibat sakit sepulang kerja, 21 Oktober lalu.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Andry Rubiantara, mengatakan proses pencairan santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari MP BPJS. Santunan jaminan kematian Rp24 juta dan Rp566.990 jaminan hari tua tersebut, kemudian diberikan kepada keluarga almarhum selaku ahli waris.

"Ini adalah komitmen kami dalam memberikan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta BPJS TK. Dengan membayar iuran Rp16.800/bulan, peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, otomatis yang mendapatkan santunan jaminan kematian sebesar Rp24 juta," ujarnya sela prosesi penyerahan santunan, beberapa saat lalu.

Andry menambahkan, peserta BPJS Ketenagakerjaan tetap akan mendapatkan santunan dari pihaknya kala mengalami kecelakaan kerja hingga berisiko meninggal dunia atau cacat tetap. Nilai santunan mencapai 48 kali upah yang dilaporkan ke BPJS Tenagakerjaan.

Sementara itu, Koordinator Nasional (Kornas) MP BPJS, Hery Susanto, menyatakan penyerahan santunan merupakan keharusan yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai tanggung jawab program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Almarhum Nana ini mestinya ditanggung oleh negara, karena ia sebagai pendamping desa dan masuk sebagai pekerja penerima upah (PU). Namun, atas inisiatif pribadi, ia mendaftar melalui Gerai MP BPJS sebagai bukan penerima upah (BPU)," bebernya.

MP BPJS sebagai mitra BPJS Ketenagakerjaan, kata Hery, hadir di tengah masyarakat untuk turut serta mendorong peningkatan kepesertaan, baik jalur pekerja penerima upah dan bukan penerima upah.

"Melalui sosialisasi program dan tata kelola klaim BPJS Ketenagakerjaan, MP BPJS terus partisipasi melakukan sosialisasi program dan pendampingan peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga ke level desa. Sebab, jika andalkan karyawan BPJS Ketenagakerjaan saja, tidak akan mampu hadir di tengah rakyat," tandasnya.

Pada penyerahan santunan tersebut, turut dihadiri Koordinator Cabang MP BPJS Cirebon Fitrah Malik, Koordinator Zona MP BPJS Kabupaten Cirebon Edi Sugandi, Sekretaris Desa Tegalgubug Didi Sarudi, Babinkantibmas Bripka Makmud, Babinsa Tegalgubug Sertu Latifu, dan Kasi Pemerintahan Arjawinangun Iiz Riza Raki Putra.

Almarhum Nana tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tiga bulan lalu. Dia mendaftar melalui Gerai MP BPJS Payment Point Online Banking (PPOB) mitra PT Bakoel Nusantara, agregator resmi BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya mendaftar di jalur BPU melalui Program Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Hari Tua.

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

BPJS KetenagakerjaanCirebonMP BPJSHery Susanto

loading...