logo rilis
BPIP Bocorkan Faktor Penyebab Seseorang Jadi Radikal
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
31 Mei 2018, 08:08 WIB
BPIP Bocorkan Faktor Penyebab Seseorang Jadi Radikal
FOTO: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono, mengatakan, sejumlah penyebab orang menjadi fanatik dan kemudian radikal. Salah satunya adalah karena kurangnya pergaulan dengan beragam kelompok masyarakat. 

Dia menilai, orang yang tidak banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat, cenderung akan lebih mudaj menjadi fanatik. 

"Sebaliknya, orang yang pergaulannya luas, maka dia tidak akan menjadi fanatik," kata Hariyono di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Dengan pergaulan yang luas, ujar Hariyono, maka akan lebih memahami makna keberagaman. Sehingga, lanjut dia, orang-orang itu akan tak akan menjadi radikal lantaran menerima keberagaman. 

"Orang yang mengenal keberagaman, maka dia tidak akan radikal. Karena dia terbuka dengan siapapun," ujarnya. 

Bangsa Indonesia, imbuh dia, memiliki Asam deoksiribonukleat atau DNA yang beragam. Sehingga menurutnya, orang-orang Indonesia ini justru memiliki potensi besar untuk menjadi manusia yang hebat karena keberagaman DNA yang dimiliki tersebut. 

Namun, ungkap Hariyono, manusia Indonesia cenderung tak memahami bila mereka memiliki potensi dan sejarah sebagai bangsa yang besar. Salah satu penyebabnya, adalah pengaruh penjajahan Belanda yang membuat bangsa Indonesia menjadi minder. 

"Dalam kondisi yang semacam ini, maka kita harus kembali ke nilai-nilai kita. Pancasila hanya bisa digali dari nilai-nilai budaya kita. Justru nilai-nilai budaya kearifan lokal kita saat ini sudah banyak yang hilang. Penjajah kolonial memang membuat ingatan kita soal sejarah kita yang hebat menjadi hilang," paparnya. 

Editor: Sukardjito


komentar (0)