logo rilis
​Boy Sadikin Minta Pemprov DKI Kendalikan Harga Pangan
Kontributor
Fatah H Sidik
29 Maret 2018, 23:01 WIB
​Boy Sadikin Minta Pemprov DKI Kendalikan Harga Pangan
Mantan Ketua Relawan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilkada DKI, Boy Bernadi Sadikin. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta menjaga stabilitas harga dan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Sebab, masalah pangan menjadi penyebab inflasi di Jakarta.

"Saat panen raya pada Februari saja, harga beras tinggi. Bahkan BI DKI menyebut, kenaikan harga pangan turut menyumbang inflasi di Jakarta, bulan kemarin," ujar mantan Ketua Relawan Anies-Sandi, Boy Bernadi Sadikin, di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

"Apalagi pada saat Ramadan dan Lebaran nanti, di mana harga pangan biasanya bergejolak. Makanya, upaya antisipasi harus dilakukan semenjak dini," imbuh dia.

Menurut data Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI, inflasi di Jakarta pada Februari 2018 sebesar 0,37 persen. Kenaikan harga pangan, salah satu faktornya.

Bobot harga beras terhadap inflasi tersebut naik 2,07 persen. Lalu, cabai merah 8,98 persen, bawang merah 4,76 persen, dan bawang putih 7,22 persen.

Boy mengapresiasi adanya koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) ihwal pengendalian pangan pada hari besar keagamaan. Namun, perlu ada upaya tindak lanjut lebih konkret.

"Kerja sama sejak dini itu, memang baik. Tapi, harus juga sudah dibicarakan hal-hal teknis terkait sejak dini. Jangan sekadar bicara masalah, tapi sudah mulai menjalankan solusi-solusinya," jelasnya.

Baca: Strategi Kementan Kendalikan Pangan saat Ramadan

Mantan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI ini mengingatkan, pangan merupakan kebutuhan mendasar. Karenanya, stabilitas harga harus dijamin pemerintah.

"Salah satu upayanya, Pemprov DKI melalui BUMD teknis langsung mengakses komoditas pangan ke petani. Dengan begitu, harga di konsumen terjangkau dan petani juga bisa mendapatkan harga yang layak," tutup putra sulung Gubernur DKI 1966/1977, Ali Sadikin itu.

Baca: Jakarta Kota Termahal Kelima di Asia Tenggara, Ini Buktinya


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)