logo rilis
Bos Facebook Minta Maaf di Hadapan Politisi AS
Kontributor
Syahrain F.
11 April 2018, 11:35 WIB
Bos Facebook Minta Maaf di Hadapan Politisi AS
CEO Facebook Mark Zuckerberg memenuhi panggilan Senat AS ke Gedung Capitol Hill, Washington, kemarin (10/4/2018), soal skandal kebocoran data Cambridge Analytica. FOTO: AP/Alex Brandon

RILIS.ID, Washington— Bos Facebook Mark Zuckerberg memenuhi panggilan Senat Amerika Serikat (AS) ke Capitol Hill, Washington, untuk menjawab pertanyaan soal pencurian data, kemarin (10/4/2018). 

Selama lima jam berhadapan dengan politisi AS, Zuckerberg meminta maaf atas kebocoran data pengguna Facebook yang dicuri oleh perusahaan pengolah data Cambridge Analytica (CA) demi kepentingan memenangkan Donald Trump dalam Pilpres AS 2016.

"Kami tidak memperkirakan secara lebih jauh mengenai tanggung jawab ini, dan itu merupakan kesalahan besar. Itu kesalahan saya, saya minta maaf. Saya yang mendirikan Facebook, saya yang menjalankan perusahaan ini, dan saya bertanggungjawab atas apa yang terjadi," ucap pra berusia 33 tahun itu.

Dalam kesaksiannya, Zuckerberg mengaku telah dibohongi oleh CA mengenai penyalahgunaan data oleh perusahaan yang ketika itu dipilih menjadi konsultan politik Trump. 

"CA mengatakan tidak akan menggunakan data tersebut dan akan menghapusnya. Mengetahui itu kami pikir permasalahan telah selesai. Namun, ternyata itu jelas merupakan suatu kesalahan. Kami seharusnya tidak menjadikan perkataan mereka sebagai jaminan. Kami akan memperbarui kebijakan kami dan memastikan tidak melakukan kesalahan yang sama," tuturnya, melansir dari Al Jazeera.

Zuckerberg datang mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi, meninggalkan gaya kasual kaus oblong yang biasa dia kenakan. Dari beberapa foto yang muncul, wajahnya pun tampak begitu serius menghadapi para senator. 

Itu merupakan kemunculan pertama kalinya di hadapan politisi Capitol House. 

Associated Press memberitakankurangnya pemahaman para anggota senat soal kerumitan Facebook membuat Zuckerberg 'terselamatkan' dari rongrongan dan interogasi para politisi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)