logo rilis
Bongkar Rahasia 'Deal' Koalisi Jokowi, Mahfud MD Dinilai Nekat
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Agustus 2018, 15:44 WIB
 Bongkar Rahasia 'Deal' Koalisi Jokowi, Mahfud MD Dinilai Nekat
Mahfud MD. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, menilai, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terlalu berani dalam memberikan kesaksiannya terkait proses cawapres Joko Widodo. 

Bahkan menurut Said, banyak yang disampaikan Mahfud masuk dalam kategori informasi rahasia bagi partai politik koalisi Jokowi. 

"Menurut saya tidak sekedar berani, tetapi bisa disebut nekat," kata Said melalui siaran persnya kepada rilis.id, Rabu (15/8/2018). 

Said mengatakan, testimoni Mahfud yang mengungkap tabir kegagalannya menjadi Jokowi bisa disebut menabrak etika politik dan berpotensi merugikan kubu petahana tersebut. Pasalnya, selama ini para aktor politik kerap memegang satu standar etika yang tak tertulis. 

Aktor politik, lanjut Said, biasanya menganggap penerima pesan akan mampu memilah materi pembicaraan yang bersifat terbatas atau rahasia, dan terbuka. 

"Nah, apa yang disampaikan oleh Mahfud terkait pembicaraannya dengan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siradj, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Romahurmiziy itu dalam pandangan saya semestinya digolongkan sebagai informasi yang bersifat terbatas," lanjutnya.

Meski begitu, ungkap Said, dirinya bisa memahami perasaan Mahfud yang berani membuka sejumlah informasi bersifat rahasia tersebut. Hal itu, menurutnya, tak terlepas dari reaksi kekecewaannya terhadap proses politik yang terjadi di koalisi Jokowi. 

"Selama proses penjaringan nama cawapres yang dilakukan oleh Jokowi bersama dengan parpol pendukungnya, upaya-upaya untuk menjegal Mahfud memang cukup terasa. Dan inilah yang sesungguhnya menjadi intisari dari testimoni Mahfud," paparnya.

Sebelumnya, Mahfud Md menceritakan kegagalan dirinya menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku dijegal oleh kader NU dan adanya ancaman akan meninggalkan Jokowi bila tak pilih kader NU.

Hal itu dikatakan Mahfud Md dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (14/8) kemarin. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)