logo rilis

Bom Meledak di Kabul dan Baghan, Korban Jiwa 63 Orang!
Kontributor
Syahrain F.
23 April 2018, 07:15 WIB
Bom Meledak di Kabul dan Baghan, Korban Jiwa 63 Orang!
Seorang korban luka tampak mengerang kesakitan ketika berupaya dilarikan warga ke rumah sakit, di Kabul, kemarin (22/4/2018). Credit: Reuters/Mohammad Ismail

RILIS.ID, Kabul— Bom meledak di pusat registrasi pemilihan umum di kota Kabul dan provinsi Baghan, Afganistan, kemarin (22/4/2018). 

Hingga berita ini diturunkan, 63 orang dinyatakan meninggal dunia sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang disebabkan aksi bom bunuh diri.

Pejabat pemerintah menyampaikan, dalam melancarkan aksinya di Kabul, pelaku meledakkan diri ketika sampai di pintu distribusi pembagian kartu tanda pemilih. Korban jiwa di kota itu berjumlah 57 orang.

Beberapa waktu berselang, bom susulan meledak di kota Pul-e-Khumri, provinsi Baghlan dan menewaskan enam orang korban jiwa lainnya yang berasal dari satu keluarga. 

Melansir dari Al Jazeera, model serangan kedua dilakukan dengan cara menabrakkan kendaraan ke trotoar jalan yang berdekatan dengan tempat pemungutan suara.

Kelompok ekstremis Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kabul, namun belum ada klaim terkait serangan susulan di Baghlan.

Taliban, kelompok yang menyeru rakyat Afganistan untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu menyatakan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menuturkan, anak-anak dan perempuan tak luput dari serangan brutal tersebut.

"Setelah saya mendengar ledakan, saya segera menghampiri tempat kejadian. Setibanya di sana, kami menolong para korban agar dilarikan ke rumah sakit. Banyak dari para korban merupakan anak-anak dan perempuan yang datang untuk mendaftar pemilu dan mengambil kartu mencoblos," tutur Bashir Ahmad.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Publik Wahid Majro menyampaikan, lima anak-anak yang masih kecil serta 21 perempuan berada di antara daftar korban meninggal dunia. Menurutnya, jumlah korban ada kemungkinan akan bertambah.

Melansir kantor berita Anadolu Agency, Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengutuk serangan tersebut sekaligus menyampaikan duka cita atas keluarga korban yang ditinggalkan.

"Saya berdoa semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka yang terbunuh dan semoga cepat dipulihkan bagi korban luka. Saya menyampaikan duka cita mendalam untuk para keluarga korban," ucap Ghani.

Sejumlah serangan telah dilancarkan dalam beberapa hari terakhir menjelang digelarnya pemilu legislatif dan dewan perwakilan daerah pada 20 Oktober nanti.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)