logo rilis

Bom di Tiga Gereja Surabaya Tewaskan Sepuluh Orang 
Kontributor
Kurnia Syahdan
13 Mei 2018, 10:53 WIB
Bom di Tiga Gereja Surabaya Tewaskan Sepuluh Orang 
Lokasi bom di salah satu gereja di Surabaya. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Surabaya— Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan sementara ini ada sepuluh orang tewas akibat serangan bom pada tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan sepuluh orang itu dari tiga lokasi serangan gereja di Surabaya.

"Update sementara ada sepuluh meninggal dunia dan 38 orang luka saat ini ada di rumah sakit termasuk korban polisi," kata Barung.

Barung menjelaskan dari delapan orang itu, empat orang tewas di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, dua orang di GKI Jalan Diponegoro dan di GPPS Jalan Arjuno ada empat orang.

"Dengan sangat menyesal saat ini korban bertambah menjadi sepuluh orang," ujarnya lagi.

Sementara petugas kepolisian yang menjadi korban ledakan itu, dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Barung juga meminta media massa bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan tidak menyebarkan informasi, selain informasi yang didapat dari pihaknya.

"Kami mohon doa. Kami akan lawan gerakan teror. Kami tidak pernah takut terhadap aksi teror," ujar Barung.

Kepala UPTD 1 Surabaya Pusat Dinas Kebakaran Kota Surabaya Arie Bekti, membenarkan jumlah korban meninggal dunia di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu pagi, berjumlah empat orang.

"Jumlahnya sementara ada empat, tapi masih sementara. Keempatnya belum dievakuasi," ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Ia menduga, satu orang meninggal dunia yaitu yang diduga pelaku karena berada di dalam mobil, kemudian dua orang diduga jemaat dan seorang lainnya pengguna jalan.

"Mereka belum dievakuasi dan polisi masih menyisir tempat kejadian," ucapnya.

Sementara itu, petugas keamanan GPPS, Erens A Ratupa yang berada di bagian belakang gereja saat di lokasi kejadian mengaku beberapa korban luka masih dirawat di klinik yang tidak jauh dari gereja.

"Jumlahnya sekitar lima orang dan sekarang sedang dirawat di poliklinik," ucapnya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)