logo rilis
Boediono Tak Percaya Siklus 10 Tahunan
Kontributor
Ainul Ghurri
28 Maret 2018, 20:11 WIB
Boediono Tak Percaya Siklus 10 Tahunan
Mantan Wakil Presiden Boediono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Wakil Presiden Boediono tak meyakini adanya siklus krisis ekonomi tiap 10 tahun. Karenanya, berkeyakinan Indonesia bebas krisis ekonomi pada 2018.

"Kalau 10 tahunan, saya tidak percaya. Kalau saya pikir, lihat saja indikatornya," ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (28/3/2018). 

Dia lantas menceritakan pengalaman pada 2008. Krisis global kala itu, skalanya lebih besar dibanding 1997. Namun, Indonesia berhasil melewatinya.

"Kembali kita mengalami krisis yang sama (pada 208), tapi skalanya lebih besar (dibanding 1997). Tapi, kita alhamdulillah, bisa belajar dari sebelumya. Jangan sampai sistemik krisis ini terjadi dalam waktu yang lama. Itu akan merusak segala-galanya," urainya berharap.

Kalau ada gejolak ekonomi pada 2018, menurut Boediono, bukan siklus 10 tahunan, melainkan murni kondisi dan iklim perekonomian. Dibandingkannya dengan pengalaman pada 1980-an.

Saat itu, krisis disebabkan faktor eksternal (not our making) akibat turunnya harga minyak. Sehingga, mengacaukan fiskal dan moneter Indonesia.

"Waktu itu kita andalkan uang dari minyak. Tahun 1980 awal itu tiba-tiba anjlok. Menjadi sekitar US$10 per barel di 1986. Ini adalah suatu proses yang luar biasa cepat. Kemudian, banting setir dari ekonomi yang mengandalkan minyak, kemudian mengurangi mengandalkan minyak dari segi fiskal dan moneter," terangnya.

"Kemudian berhasil selama satu dasawarsa. Jelang 1996-1997, kita benar-benar lepas dari ketergantungan minyak dari struktur ekonomi kita. Sekarang banyak industri nongas. Ini adalah contoh, di mana kita melakukan suatu kebijakan secara kontinu, fokus. Akhirnya, kita bisa mengatasi masalah," tutup mantan Gubernur BI itu.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)