logo rilis
Boediono Ingatkan Bahaya Sosmed bagi Perekonomian
Kontributor
Ainul Ghurri
28 Maret 2018, 19:34 WIB
Boediono Ingatkan Bahaya Sosmed bagi Perekonomian
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden ke-11 Boediono menyebutkan, perkembangan pemberitaan atau kabar di sosial media (sosmed) bisa menjadi hambatan bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, sedikit informasi yang mengganggu di medsos dapat mempengaruhi kebijakan Bank Sentral dan jika itu berlangsung lama, berpotensi menimbulkan risiko sistemik.

"Psikologi manusia yang perlu kita perhatikan, karena sosmed itu pengaruhnya luar biasa. Suatu hal yang kecil, dalam hitungan detik bisa berpengaruh psikologis, begitu banyak orang maka akan berpengaruh pada perilaku mereka. Perhatikan, ini bisa risiko sistemik" katanya di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Boediono menambahkan, kalau sudah terkena risiko sistemik, maka tidak dapat lagi dicegah. Bahkan, kata dia, sulit untuk dihentikan. "Karena, begitu itu lepas, akan seperti reaksi nuklir yang tidak bisa kita hentikan lagi," ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap kepada pemerintah dan lembaga keuangan untuk tidak mudah terpengaruh terhadap isu sosmed, karena dapat menggoyahkan perekonomian Nasional. "Perhatikan ini bisa berisiko sistemik, karena ini masalahnya psikologi, bukan soal bank kecil atau besar, tapi kalau kita sudah mengena itu sulit untuk kita atasi ke depannya. Jadi masalah sosmed juga akan mempengaruhi policy dari bank sentral kita," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


komentar (0)