logo rilis
Bocah SD Hamili Anak SMP, DPR Bilang Begini
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
24 Mei 2018, 15:31 WIB
Bocah SD Hamili Anak SMP, DPR Bilang Begini
Ilustrasi pernikahan dini. FOTO: Tribun Jabar.

RILIS.ID, Jakarta— Kasus hamilnya siswi SMP oleh siswa SD di Tulungagung, Jawa Timur, merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan. Tindakan kedua anak ini dinilai tak laik dicontoh para pelajar lainnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah agar menerapkan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter ke dalam materi pembelajaran di sekolah.

"Regulasi ini sudah ada, tentu bukan hanya sekedar jadi tumpukan dokumen, tapi diterapkan untuk mencegah makin parahnya degradasi moral peserta didik kita," kata Abdul di Kompleks Parlemen Jakarta pada Kamis (24/5/2018).

Politisi PKS itu mengaku sangat prihatin atas peristiwa tersebut, dan meminta kasus ini tak diekspos terlalu berlebihan. "Cukup menjadi pembelajaran bagi setiap orang tua agar memberi perhatian terbaiknya pada anak," kata dia.

"Terutama, di masa pematangan usia dan tumbuh kembang anak menjelang akil balig mereka," tambahnya.

Dia mengakui, usia akil balig anak-anak zaman sekarang menjadi lebih cepat, karena beragam faktor. Di antaranya asupan makanan dan input media yang dengan bebas diakses mereka.

"Anak-anak lebih cepat dewasa karena disuguhi tontonan yang tidak sesuai umurnya," tambah dia.

Selain itu, data pendidikan juga menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Indonesia, terutama di daerah melebihi 100 persen. 

"Angka lebih dari 100 persen ini menunjukkan, masih banyak siswa SD yang bersekolah di luar usia 7-12 tahun, atau di atas itu. Contohnya, anak SD di Tulungagung yang masih kelas 5 SD, namun usianya sudah 13 tahun,' tandasnya.

Menurut Fikri, untuk menilai tingkat kedewasaan anak sebaiknya tidak dilihat dari jenjang pendidikannya. Namun, dari sisi usia, sehingga dapat diketahui perlunya sebuah arahan khusus ke mereka, khususnya dalam menyikapi hubungan dengan lawan jenis.


500
komentar (0)