logo rilis
BMKG Minta Nelayan di Yogyakarta untuk Sementara Tak Melaut, Ada Apa?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
05 Agustus 2019, 11:30 WIB
BMKG Minta Nelayan di Yogyakarta untuk Sementara Tak Melaut, Ada Apa?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Yogyakarta— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, mengimbau kepada nelayan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk sementara tidak melaut.

Imbauan itu dikeluarkan oleh BMKG lantaran gelombang tinggi berpotensi muncul di Perairan Selatan DIY selama sepekan ke depan.

"Nelayan sementara tidak melaut dan menambatkan kapal di tempat yang aman," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta, Senin (5/8/2019). 

Ia menyebutkan, sesuai peringatan dini yang dikeluarkan pada 3 Agustus 2019, gelombang tinggi yang diperkirakan muncul mulai 4 sampai 9 Agustus di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipicu oleh tekanan udara yang signifikan antara Australia dan Asia.

Menurut dia, tekanan udara yang signifikan antara Australia dan Asia mengakibatkan peningkatan kecepatan angin di Samudera Hindia Selatan DIY hingga mencapai 40 per 70 km per jam.

Peningkatan kecepatan angin itulah, kata dia, yang berpotensi memunculkan gelombang laut tinggi di Perairan Selatan DIY selama sepekan ke depan.

Ia menyebutkan pada 4 Agustus 2019 tinggi gelombang di perairan selatan diperkirakan mencapai 2,0--3,5 meter, 5 Agustus mencapai 2,0--3,5 meter, 6 Agustus mencapai 2,0--3,0 meter, 7 Agustus mencapai 1,5--3,0 meter, 8 Agustus mencapai 2,0--3,5 meter, dan pada 9 Agustus mencapai 2,5--4,0 meter.

Selain memberikan imbauan nelayan untuk tidak melaut, Reni juga mengimbau wisatawan yang berlibur di sepanjang pesisir selatan DIY tidak mandi di laut dan menjauhi bibir pantai.

"Pelaku usaha di kawasan pantai baiknya mewaspadai gelombang pasang yang dapat merusak bangunan," ujarnya. 

Masyarakat yang beraktivitas di sepanjang pantai selatan DIY diminta untuk memperhatikan arahan dari petugas SAR di sekitar pantai dan selalu memantau informasi seputar prakiraan tinggi gelombang dari BMKG.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID