logo rilis
BMI Demokrat Tanggapi soal Isu Penundaan Pilkada 2020
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 September 2020, 12:53 WIB
BMI Demokrat Tanggapi soal Isu Penundaan Pilkada 2020
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Partai Demokrat, Farkhan Evendi, memberikan tanggapan terkait munculnya desakan yang meminta penyelenggara Pilkada Serentak 2020 ditunda menyusul situasi pandemi Covid-19 di Indonesia belum terkendali.

Menurut Farkhan, yang harus tetap dijadikan dasar untuk menjawab persoalan ini adalah pada kualitas penyelenggaraan demokrasi.

"Maksud saya pembicaraan kita juga harus tetap didasarkan pada kualitas penyelenggaraan demokrasi. Bahwa pergantian pemimpin itu penting bagi keberhasilan dan kemajuan daerah," kata Farkhan dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/9/2020). 

Agar demokrasi di Indonesia tetap berkualitas, kata Farkhan, maka proses pendekatan antara calon dan rakyat harus lebih berkualitas.

"Adanya pandemi membuat pencapaian kualitas itu jadi terhambat, yang seharusnya kampanye bisa dilakukan secara masif di situasi begini tentu tidak bisa," ungkapnya.

Farkhan menilai, bila calon masih diperbolehkan menggunakan cara-cara konvensional saat berkampanye, hal itu akan sangat berisiko. Maka, menurutnya, perlu ada inovasi dan kreativitas agar kualitas demokrasi meningkat dan risiko pandemi bisa ditekan.

"Atas dasar itu, tentu baik calon maupun masyarakat butuh waktu untuk beradaptasi" terangnya.

Dia mengatakan, karena belum ada kepastian kapan kurva penularan virus ini bisa berada pada tahap menurun bahkan melandai, maka penting adanya sosialisai protokol Covid-19 secara matang terhadap calon kepala daerah, masyarakat, maupun penyelenggara pemilu itu sendiri.

"Agar semua itu bisa dilakukan secara maksimal, tentu kita butuh waktu. Harus kita sadari ini situasi yang tidak biasa bagi perjalanan demokrasi kita, maka kita harus tekankan bahwa masyarakat butuh waktu untuk berdaptasi dengan cara-cara baru dalam mengenal calon pemimpinnya," ungkapnya.

Farkhan menilaihanya melalui pilkada rakyat punya harapan dan menilai kandidat yang akan dipilih.

"Karena menyangkut nasib mereka ke depan. Jangan sampai momentum ini menjadi seremonial belaka," tegasnya.

Meski begitu, kata Farkhan, sebagai sikap resmi organisasi pihaknya akan tetap menunggu sikap resmi dari Partai Demokrat.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID