logo rilis
BKSDA Lampung Minta Tur ke GAK Ditiadakan
Kontributor
Kurniati
26 Maret 2018, 16:23 WIB
 BKSDA Lampung Minta Tur ke GAK Ditiadakan
Gunung Anak Krakatau. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandarlampung— Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Saturnino, meminta tahun ini tidak lagi diadakan tur ke Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menjadi bagian dari Festival Krakatau di provinsi itu.

Penegasan pelarangan tur ke Gunung Anak Krakatau itu, kata Saturnino, berdasarkan pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 85/kpts-II/1990 tertanggal 26 Februari 1990, tentang Penunjukan Pulau Anak Krakatau sebagai Cagar Alam.

Menurut Saturnino, dari dulu pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata (Dispar). 

”Bahwa kegiatan tur Krakatau dilarang karena itu bukan kawasan wisata, melainkan kawasan cagar alam. Namun Pemprov mengabaikan pesan kita," katanya saat dihubungi di Bandarlampung, Senin (26/3/2018).

Saturnino mengingatkan, Gunung Anak Krakatau bukanlah tempat wisata yang bisa sembarangan dimasuki. GAK merupakan kawasan konservasi dan edukasi. 

Jika Pemprov Lampung bersikeras, Saturnino mempersilahkan agar mengajukan izin langsung ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Jakarta. 

Selain itu, hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini menyebutkan tingkat aktivitas GAK masih tetap di level II, yaitu level waspada.

Kepala Bidang Pelaksanaan dan Pemasaran, Dinas Pariwisata Lampung, Arif Subarno mengaku belum mengetahui larangan tersebut.

Namun, ia membenarkan adanya rencana menyelenggarakan Festival Krakatau tahun ini, termasuk di dalamnya tur ke Gunung Anak Krakatau.

"Acara ini kan sudah tahunan, yang sudah berjalan selama 23 tahun, kenapa (tur Krakatau) harus dilarang?" kesalnya mewakili Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiarto. 

Dia memastikan, tur Krakatau sudah sesuai aturan pemerintah pusat.

Kendati demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan apakah tur Krakatau diizinkan atau tidak. 

"Insyallah akan segera kita ajukan surat izinnya," tegasnya. 
 

Sumber: RILIS.ID Lampung


500
komentar (0)